Pesantren Kilat Ramadhan, Ketua Komisi Pendidikan MUI Ajak Siswa YP IPPI Bijak Bermedia Sosial
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital— Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI, Dr Kartini, mengajak para siswa Yayasan Perguruan Institut Pengembangan Pendidikan Indonesia (YP IPPI) bijak bermedia sosial.
Hal ini disampaikannya dalam acara Pesantren Kilat Ramadhan yang digelar KPK MUI di YP IPPI, Cakung, Jakarta Timur, pada 26-27 Februari 2026. Kegiatan yang bertajuk: Remaja Berakhlak, Bangsa Bermartabat ini diikuti sebanyak 4500 peserta yang hadir secara offline maupun online.
Kartini mengatakan, bijak bermedia sosial oleh para siswa sangat penting agar tidak melakukan kejahatan seperti penyebaran hoax, ujaran kebencian, maupun perbuatan lainnya yang negatif.
"Aktivitas di media sosial harus menjunjung akhlak dan sopan sehingga bisa menciptakan ruang digital yang sehat, aman dan positif," kata Kartini dalam acara Pesantren Kilat Ramadhan hari pertama di YP IPPI, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026).
Kartini mengingatkan, jika tidak bijak bermedia sosial bisa berujung kepada pidana. Untuk itu, dia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menanggapi isu yang beredar di media sosial.
Kartini menambahkan, ada pribahasa modern yakni 'jarimu harimaumu' yang menggambarkan bahwa setiap postingan atau komentar di media sosial memiliki konsekuensi hukum. Apalagi, jari yang digunakan untuk aktivitas di media sosial akan bersaksi di akhirat kelak.
"Para siswa harus berhenti membagikan postingan yang tidak bermanfaat, terutama konten viral yang tidak bermanfaat, karena pasti akan merugikan. Setiap persoalan juga sebaiknya tidak diungkapkan dan disebarkan di media sosial," ujarnya.
Waspadai cyber crime
Kejahatan di media sosial (cyber crime) harus diwaspadai oleh para siswa. Hal itu ditegaskan Kartini agar para siswa dapat terhindar dari cyber crime yang marak di media sosial.
Kartini mengatakan, untuk menghindari cyber crime para siswa harus berhati-hati ketika memposting data pribadi yang bisa digunakan untuk kejahatan. Selain itu, dia mengingatkan para siswa untuk berhati-hati terhadap link mencurigakan.
Lebih lanjut, Kartini berharap bahwa para siswa bisa menjadi kader emas masa depan yang harus memiliki akhlak agar nantinya menjadi bangsa bermartabat.
Kartini menegaskan, bangsa bermartabat adalah sebuah bangsa yang tidak hanya dibangun di atas tumpukan materi, melainkan di atas fondasi moralitas rakyat.
"Jika remajanya tangguh dan beradab, maka bangsa akan memiliki daya saing yang terhormat di kancah global," tegasnya. (Sadam, ed: Nashih)