Pesan Musyrif Diny saat Hari Sakral dan di Lokasi Mustajab: Selipkan Munajat Terbaik untuk bangsa
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Makkah, MUI Digital— Ketua Musyrif Diny, KH M Cholil Nafis mengajak seluruh jamaah haji Indonesia untuk mengoptimalkan momentum krusial wukuf di Arafah dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak dzikir.
Di antara sekian banyak amalan, Wakil Ketua Umum MUI ini menekankan pentingnya membaca kalimat tauhid sebagai doa terbaik selama di Arafah.
Kiai Cholil menjelaskan bahwa esensi dari wukuf di Arafah adalah tapak tilas spiritual, membangun keintiman komunikasi dengan Allah SWT, dan berserah diri secara total.
Merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW, Kiai Cholil mengingatkan bahwa tidak ada waktu yang lebih mustajab untuk memohon selain di hari Arafah.
Baca juga: Tangis Haru Baso Tang, Nama Sang Imam Tunanetra Itu akan Diabadikan Jadi Nama Masjid di Arab Saudi
Kiai Cholil mengungkapkan, doa yang paling baik untuk diucapkan adalah kalimat:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai-in qadir
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menambahkan, jamaah haji dapat memanfaatkan waktu mustajab yang membentang dari selepas dzuhur hingga maghrib tersebut dengan mengombinasikan dzikir tauhid, memperbanyak istighfar agar menjadi dzanban maghfura (dosa yang diampuni), membaca shalawat, serta melantunkan ayat-ayat suci Alquran.
Baca juga: Senyum Damiri Tetap Lebar, Meski Kehilangan Jempol Kaki saat Jalani Haji di Tanah Suci
Di tengah kekhusyukan momentum wukuf tersebut, Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini berpesan kepada jamaah haji agar tidak lupa mendoakan Indonesia.
"Saya ingin menitipkan doa untuk mendoakan Indonesia. Mudah-mudahan Indonesia menjadi negara yang aman, damai sentosa, rakyatnya sejahtera, beriman, serta diberi pemimpin-pemimpin yang adil. Itu titipan saya, selain mendoakan diri dan keluarga, doakan juga untuk bangsa," kata Kiai Cholil, Selasa (26/5/2026).
Memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menguras fisik, Kiai Cholil juga mengingatkan jamaah untuk menjaga hubungan antarsesama (ukhuwah) dan menahan ego.
Mengingat cuaca ekstrem yang sangat terik dan kepadatan jamaah yang luar biasa, kesabaran menjadi modal utama agar tidak merusak pahala haji.
Menurutnya, ada tiga komponen penting yang harus dijaga jemaah demi meraih haji mabrur selama di lapangan, yakni sabar menahan emosi dan ego fisik, sabar untuk tidak berkeluh kesah atas situasi yang padat, dan menjaga lisan dari ucapan yang jorok, jelek, ghibah, maupun perdebatan yang tidak perlu.
Kiai Cholil juga memberikan pesan kepada keluarga jamaah yang berada di Tanah Air untuk mendoakan melalui ibadah puasa sunnah Arafah.
"Ada ketersambungan antara yang wukuf dengan yang di luar Arafah melalui puasa Arafah. Mari saling mendoakan. Kita doakan dari sini agar penyelenggaraan haji berjalan lancar, dan keluarga di Tanah Air juga mendoakan jamaah agar selamat, sehat, dan pulang membawa predikat haji mabrur," jelasnya.