Jakarta, MUI Digital—Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI Prof Kamaruddin Amin menyampaikan selamat atas pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030.
"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI atas pengukuhan yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal besok," kata Sekjen Kemenag Prof Kamaruddin Amin kepada MUI Digital, Ahad (8/2/2026).
Sekjen Kemenag berharap dan mendoakan agar kualitas khidmah pengurus MUI terus dijaga dan terus mendatangkan kemaslahatan untuk umat dan bangsa.
"Berharap dan mendoakan agar kualitas hidmah terus dijaga dan terus mendatangkan kemaslahatan untuk umat dan bangsa," jelasnya.
Dia mengatakan MUI sebagai mitra strategis pemerintah dan sebagai pengawal dan penjaga keimanan umat. "Telah, sedang, dan akan terus berkontribusi dan berkhidmah untuk meningkatkan kualitas keberagaman umat. Selamat," ujarnya.
Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI Periode 2025-2030 dirangkaikan dengan acara “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Kegiatan ini diperkirakan dihadiri sekitar 50 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia serta dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menegaskan pentingnya peran MUI dan umat Islam dalam menjaga persatuan bangsa serta memperkuat sinergi dengan pemerintah sebagai mitra strategis dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera.
Kiai Anwar menekankan bahwa MUI bukan milik kelompok, golongan, maupun pihak tertentu, melainkan milik seluruh umat Islam dan warga bangsa Indonesia. Karena itu, MUI pusat hingga daerah memiliki tanggung jawab untuk terus hadir membersamai pemerintah dalam memimpin dan mengarahkan kehidupan bangsa.
“MUI diamanahi untuk berkhidmat kepada umat dan bangsa, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kemaslahatan dan persatuan,” ujar KH Anwar Iskandar, saat memberikan sambutan dalam Bersatu dalam Munajat dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, pada Sabtu (7/2/2026) di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Dia juga mengajak umat Islam Indonesia untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah yang bermuara pada penguatan ukhuwah wathaniyah.
Menurutnya, persatuan dan stabilitas nasional merupakan modal utama agar bangsa Indonesia dapat menjadi lebih kuat dan mampu berbuat lebih banyak demi masa depan yang lebih baik.
Kiai Anwar menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia merupakan keberhasilan seluruh umat Islam. Sebaliknya, kegagalan bangsa juga menjadi tanggung jawab bersama umat Islam sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Dalam konteks kepemimpinan nasional, umat Islam juga diajak untuk mendoakan para pemimpin negara, khususnya Presiden Republik Indonesia, yang memikul tanggung jawab berat di tengah berbagai tantangan nasional dan global.
Doa dan dukungan umat dinilai penting agar para pemimpin diberi kekuatan lahir dan batin dalam memimpin bangsa.
Melalui sinergi antara ulama, umat, dan pemerintah, Kiai Anwar berharap Indonesia dapat terus melangkah menuju kehidupan bangsa yang damai, bersatu, sejahtera, serta diridhai Allah SWT, sebagaimana cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Acara pengukuhan dan ta’aruf pengurus MUI periode 2025–2030 ini menjadi momentum penguatan komitmen MUI untuk terus menjaga ukhuwah, stabilitas, dan persatuan bangsa demi kemaslahatan umat dan masa depan Indonesia. (Sadam/Miftahul Jannah, ed: Nashih)