MUI Siapkan Pengukuhan Pengurus di Masjid Istiqlal, Diawali Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mematangkan persiapan pengukuhan pengurus MUI yang direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026, dengan rentang waktu antara 20–23 Januari, menyesuaikan agenda Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir pada acara puncak pengukuhan.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Penanggulangan Bencana, yang juga Sekretaris Panitia Pengukuhan Pengurus MUI KH. Mabroer, M.S., menyampaikan bahwa selain pengukuhan, MUI akan mengawali rangkaian kegiatan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, khususnya merespons situasi kebencanaan yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
“Karena kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi berbagai musibah, MUI akan mengawali kegiatan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, bukan hanya dalam konteks bencana alam, tetapi keselamatan secara menyeluruh,” ujar Kiai Mabroer kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat, Selasa (6/1/2026).
Ia menyebutkan, bencana dengan dampak paling parah saat ini terjadi di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, serta sejumlah daerah lain yang turut terdampak, meskipun dalam skala lebih kecil seperti banjir.
Dalam kegiatan doa bersama tersebut, MUI akan melibatkan seluruh komponen masyarakat, khususnya umat Islam, dengan estimasi kehadiran sekitar 20 ribu jamaah.
Acara ini juga akan diikuti oleh para tokoh Islam, khadimil Qur’an, serta dihadiri oleh sejumlah duta besar negara-negara Islam dan pejabat negara.
“Puncak acara akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia. Sementara Presiden akan hadir secara khusus pada agenda pengukuhan pengurus MUI,” jelasnya.
Pengukuhan pengurus MUI akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang dipilih karena memiliki nilai historis dan simbolik sebagai ikon kebanggaan bangsa Indonesia.
“Masjid Istiqlal menjadi simbol spirit kebangsaan dan keislaman. Pengukuhan dan doa bersama ini kita tempatkan di Istiqlal agar ada keterkaitan historis antara semangat MUI ke depan dengan Masjid Istiqlal,” kata Kiai Mabroer.
Lebih lanjut, ia berharap momentum pengukuhan ini dapat memperkuat semangat pengabdian para pengurus MUI, yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.300 orang, agar semakin aktif dan responsif menghadapi tantangan umat yang kian kompleks.
“Tantangan umat Islam ke depan semakin berat dan beragam, termasuk perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi membawa dampak besar. Ini menjadi tantangan yang harus disikapi secara serius oleh MUI,” pungkasnya.
(Miftahul Jannah ed: Muhammad Fakhruddin)