Masjid Istiqlal Dipadati Puluhan Ribu Jamaah, Doakan Keselamatan Bangsa
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital— Puluhan ribu jamaah memadati Masjid Istiqlal, Jakarta pusat, jelang Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan dengan acara "Bersatu dalam Munajat Keselamatan Bangsa". Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara ini.
Pantauan MUI Digital di lokasi acara, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) telah berjaga ketat untuk mengamankan lokasi acara.
Puluhan ribu jamaah yang hadir dalam acara ini mengenakan pakaian putih.
Pra acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh Al-Mabruk Nusantara yang menghadirkan H Muhammad Zaki Maulana Kamal serta Agus Ragil dari Ahbabul Mustofa, Tangerang Raya.
Memasuki pukul 08.15 WIB, kegiatan dibukan pembacaan tawasul dan Yasin Fadhilah dipimpin oleh KH Abdul Manan Ghani.
Kemudian dianjutkan dengan pembacaan doa untuk keselamatan bangsa yang dipimpin sejumlah tokoh, di antaranya KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, dan Ustadz Abdul Somad.
Momentum ini menjadi bagian penting dalam menguatkan dimensi spiritual kegiatan, mengingat munajat menjadi landasan utama sebelum memasuki sesi pengukuhan.
Menjelang pukul 09.15 WIB, hadroh Ar Ridwan Al Marashli kembali akan menghadirkan lantunan shalawat sebagai penguat suasana kebersamaan dan kekhidmatan.
Pra acara ditutup dengan pemutaran video perjalanan kiprah 50 tahun MUI pada pukul 09.55 WIB, yang menampilkan rekam jejak peran strategis MUI dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan.
Memasuki inti acara pada pukul 10.00 WIB, jamaah berdiri menyambut kehadiran Presiden Republik Indonesia dengan Mahalul Qiyam (Salawat Badar) yang dibawakan Al Mabruk. Setelah itu, seluruh hadirin menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai simbol penghormatan terhadap negara dan bangsa.
Acara berlanjut dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara dan pembacaan ayat suci Alquran, yang dibacakan oleh KH Muammar ZA.
Ayat tersebut mengingatkan tentang kerusakan yang terjadi akibat ulah manusia, relevan dengan konteks doa keselamatan bangsa yang menjadi tema utama kegiatan. Pembacaan doa kemudian dipimpin oleh KH Afifuddin Muhajir.
Laporan Ketua Panitia Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Pusat disampaikan pada pukul 10.30 WIB, yang memaparkan latar belakang serta tujuan pelaksanaan pengukuhan.
Selanjutnya dilakukan penyerahan simbolis bantuan rehabilitasi masjid dan 500 rumah marbot serta guru ngaji penyintas bencana di Sumatera.
Pada sesi yang sama juga dilakukan peresmian pembentukan Moslem Disaster Rescue MUI melalui penyematan jaket secara simbolis oleh Ketua Umum didampingi Ketua Panitia, serta penyerahan sertifikat pengganti kepada warga terdampak bencana.
Pukul 10.55 WIB dilaksanakan pembacaan Surat Keputusan MUI tentang susunan dan personalia Dewan Pimpinan MUI yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MUI. Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan baiat yang dipandu Ketua Umum MUI sebagai peneguhan amanah kepengurusan masa khidmat 2025–2030.
Ketua Dewan Pimpinan MUI kemudian menyampaikan sambutan resmi yang memuat arah kebijakan dan komitmen organisasi ke depan.
Rangkaian inti acara ditutup dengan taklimat Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, yang dijadwalkan berlangsung hingga selesai, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama dan penutupan oleh pembawa acara. (Sadam/Rozi, ed: Nashih)