Mahasiswa PKU Masjid Istiqlal Kunjungi MUI, Perkuat Kaderisasi Ulama Masa Depan
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital— Mahasiswa Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) jenjang S-2 dan S-3 yang didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan kunjungan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua MUI Bidang Dakwah serta Wakil Ketua MUI Komisi Fatwa.
Ketua MUI Bidang Dakwah, KH Abdul Manan Ghani, menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang telah diberikan negara secara optimal.
Kiai Manan menekankan bahwa para peserta PKU merupakan calon ulama masa depan yang kelak memiliki peran strategis di tengah masyarakat.
“Saya berpesan kepada mereka agar pendidikan kader ulama ini betul-betul melahirkan ulama. Pemuda hari ini adalah pelajar hari ini, besok akan menjadi tokoh, menjadi orang berilmu yang bisa membimbing masyarakat Indonesia. Ilmunya harus bisa dibumikan di Nusantara ini sehingga mampu mengayomi masyarakat ke depan,” ujarnya kepada MUI Digital, Senin (15/12/2025).
Kiai Manan juga membandingkan kondisi pendidikan ulama di masa lalu dengan saat ini.
Menurut Kiai Manan, fasilitas dan dukungan negara melalui LPDP merupakan peluang besar yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Dulu kita belum ada biaya dari pemerintah. Belajar dari buku sendiri, mengumpulkan uang untuk biaya sendiri. Sekarang mereka dibiayai oleh LPDP secara penuh. Karena itu, saya berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu, sehingga ke depan dapat menjadi penguasa yang lebih baik karena pendidikannya dibiayai oleh negara,” katanya.
Kiai Manan mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan para calon ulama tersebut.
“Jumlahnya sekitar 15 sampai 20 mahasiswa. Alhamdulillah, saya bahagia karena bertemu calon-calon ulama masa depan. Islam berkembang dengan ilmunya para ulama,” tuturnya.
Kiai Manan menegaskan bahwa posisi ulama memiliki kedudukan mulia dalam Islam.
“Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan harta benda, tetapi mewariskan ilmu. Ilmu merupakan warisan nabi yang paling besar,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MUI Komisi Fatwa, Prof Abdurrahman Dahlan, menyambut baik kedatangan mahasiswa PKU Masjid Istiqlal.
Kiai Dahlan menyebut kunjungan ini sebagai tanda keberlanjutan regenerasi ulama, khususnya di lingkungan Komisi Fatwa MUI.
“Komisi Fatwa MUI Pusat kedatangan tamu kader ulama yang dikelola oleh Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal. Kami sangat gembira dan berbahagia. Perbincangan tadi menggambarkan bahwa kelanjutan generasi penerus di Komisi Fatwa akan terus berlangsung dan semoga bisa lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Kiai Dahlan juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan pendidikan ulama di Masjid Istiqlal.
“Pada tempatnya kami mengucapkan terima kasih kepada Allah atas perkembangan yang ada di Masjid Istiqlal. Ke depan, harapan kami mahasiswa PKU Masjid Istiqlal ini akan lebih menekuni lagi keilmuannya. Komisi Fatwa sangat terbuka bagi kader PKU Masjid Istiqlal, sebagaimana terbuka juga bagi kader ulama dari lembaga di seluruh Indonesia,” katanya.
Kiai Dahlan berharap para kader PKU dapat berkontribusi langsung dalam pengembangan kajian fatwa di MUI.
“Kami sangat berharap kader PKU Masjid Istiqlal dapat memberikan kontribusi untuk Komisi Fatwa. Setiap tahun kami memiliki muntada sanawi, pertemuan tahunan dalam rangka fatwa studies untuk mengkaji fatwa-fatwa yang telah diterbitkan MUI. Dalam konteks itu, sangat terbuka bagi kader PKU untuk memberikan kritik, pandangan, dan pikiran yang lebih cerah, sekaligus menjadi bagian dari kaderisasi ke depan,” jelasnya.
Dari sisi peserta, Syahrul Rahman, mahasiswa PKU Masjid Istiqlal asal Sumatera Barat yang aktif di Provinsi Riau, mengakua mendapatkan banyak manfaat dari kunjungan tersebut.
“Saya berasal dari Sumatera Barat dan aktif di Provinsi Riau. Pada kesempatan ini kami dari PKU Masjid Istiqlal Alhamdulillah disambut oleh para kiai, ustadz, dan profesor di bidang fatwa. Mereka memberikan ilmu dan semangat yang insyaallah ke depan akan menjadi bekal bagi kami untuk menjadi penyambung lidah para ulama terdahulu dan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Nurun Sariyah, MH, peserta PKU Masjid Istiqlal asal Banyuwangi, Jawa Timur. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan penguatan penting bagi peran ulama di tengah masyarakat.
“Sebagai doktor kader ulama Masjid Istiqlal, kami mengunjungi kantor MUI dan disambut dengan sangat baik oleh pimpinan. Kami mendapatkan ilmu, khususnya penguatan sebagai kader ulama, antara lain bagaimana memproduksi fatwa dan memahami konteks masyarakat. Dengan demikian, fatwa yang dihasilkan dapat tepat sasaran dan membawa kemaslahatan, khususnya bagi perempuan dan anak,” tuturnya. (Latifahtul Jannah, ed: Muhammad Fakhrudin)