Lewati ke konten utama
Kamis, 15 Oktober 2026 / 4 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Kiai Aiyub
Direktur Eksekutif KNEKS, KH Sholahudin Al Aiyub, seusai menghadiri talkshow bertajuk From Click to Trip: Membangun Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan. Acara hasil kolaborasi KNEKS dan Bank Indonesia dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10/2026). Foto: Fitri/ MUI Digital
Berita

KNEKS Dorong Digitalisasi Pariwisata Ramah Muslim untuk Perkuat Ekonomi Nasional

KNEKS Dorong Digitalisasi Pariwisata Ramah Muslim untuk Perkuat Ekonomi Nasional

/ 4 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 101 dibaca

Jakarta, MUI Digital - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendorong penguatan ekosistem pariwisata ramah Muslim melalui pemanfaatan teknologi digital, pengembangan layanan wisata, dan promosi destinasi. 

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif KNEKS, KH Sholahudin Al Aiyub, seusai menghadiri talkshow bertajuk From Click to Trip: Membangun Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan. Acara hasil kolaborasi KNEKS dan Bank Indonesia dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10/2026).

Kiai Aiyub, begitu akrab disapa,  mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam memudahkan wisatawan memperoleh informasi dan merencanakan perjalanan di Indonesia.

Menurutnya, konsep click to trip dapat membantu wisatawan mengakses berbagai informasi perjalanan dalam satu platform digital, mulai dari destinasi wisata, akomodasi, hingga penyusunan jadwal perjalanan atau itinerary.

“Dari klik, maksudnya itu masuk ke digital, sehingga kita memperoleh informasi-informasi yang berkaitan dengan destinasi yang akan dituju, kemudian akomodasi apa yang diperlukan, kemudian itinerary jadwalnya seperti apa, itu semuanya ada di situ,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kemudahan akses informasi tersebut memungkinkan wisatawan merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Selain itu, kebutuhan wisatawan Muslim selama perjalanan, seperti makanan halal dan fasilitas ibadah, diharapkan dapat terpenuhi dengan baik.

Selain digitalisasi, KNEKS juga mendorong penguatan ekosistem usaha pariwisata, termasuk penyedia layanan perjalanan dan pemandu wisata. 

Peran kreator konten dalam mempromosikan destinasi wisata juga dinilai penting agar berbagai potensi pariwisata Indonesia semakin dikenal masyarakat luas.

Menurut Kiai Aiyub, pengembangan pariwisata ramah Muslim tidak hanya ditujukan untuk wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara. 

Dengan dukungan informasi yang mudah diakses dan layanan yang memadai, Indonesia diharapkan semakin mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai negara.

Dia menyebut Indonesia telah menunjukkan perkembangan dalam pemeringkatan pariwisata ramah Muslim global. Berdasarkan pemeringkatan yang dirujuknya, Indonesia naik dari posisi kelima pada tahun sebelumnya menjadi posisi kedua.

“Ini memang kerja keras dari berbagai pihak. Dari pemerintah, kementerian, Kemenpar, kemudian dari para pelaku wisata. Itu bisa dari hotelnya, perusahaan transportasinya, dan lain sebagainya,” katanya.

Dia menegaskan, capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan promosi dan kemudahan akses informasi agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah.

Ke depan, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan posisinya hingga menjadi destinasi pariwisata ramah Muslim nomor satu di tingkat global.

Lebih lanjut, Kiai Aiyub menjelaskan bahwa dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, KNEKS menempatkan pariwisata halal sebagai salah satu bagian dari pengembangan ekosistem halal value chain. 

Ekosistem tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain makanan dan minuman halal, pertanian, modest fashion, serta pariwisata ramah Muslim.

Melalui penguatan berbagai sektor tersebut, KNEKS berharap potensi ekonomi syariah dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap perekonomian nasional, termasuk melalui peningkatan devisa, perluasan peluang usaha, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Memang semuanya ini kita dorong supaya memberikan kontribusi ekonomi yang lebih nyata kepada pemerintah dan negara kita, sehingga ini menjadi devisa, menjadi pemasukan, dan ikut mendorong pertumbuhan 8 persen, sebagaimana visi pemerintah,” katanya.  

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads