Lewati ke konten utama
Sabtu, 8 Agustus 2026 / 24 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Kiai Marsudi Syuhud: Pemikiran Kiai Ma'ruf Amin Sangat Tepat Untuk Perbarui NU

2 menit baca 123 dibaca
1000538964
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital--Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud menilai seluruh gagasan dan pemikiran KH Ma'ruf Amin yang dituangkan dalam karya terbarunya sangat relevan, tepat, dan menjadi momentum penting untuk memperbarui Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyongsong abad kedua.

Pandangan tersebut disampaikan Kiai Marsudi usai menghadiri acara peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Kiai Marsudi memaparkan bahwa Kiai Ma'ruf merupakan sosok pemikir ulung (mufakkir atau ṣāni‘ul-afkār) yang gagasannya mampu melewati proses panjang hingga menjadi sebuah gerakan nyata di tengah masyarakat.

Baca juga: Menag Nasaruddin Sebut Analogi Bank Konvensional Seperti Tayamum Kiai Ma'ruf Sangat Dahsyat

​"Dari ṣāni‘ul-afkār (pembuat gagasan) itu akan naik tingkatannya. Setelah jadi pikiran dan kalimat-kalimatnya Kiai Ma'ruf, dipikirkan oleh banyak orang (tafkīr). Orang lama-lama akan fokus (tarkīz), lalu menjadi passion (iḥsās). Orang merasa 'Oh ini benar, apa yang disampaikan oleh Kiai Ma'ruf ini tepat dengan situasinya untuk memperbarui NU'," ujar Kiai Marsudi.

Ia menjelaskan bahwa ketika gagasan tersebut telah dihayati bersama (iḥsās), hal itu akan membentuk perilaku pergerakan (sulūk) yang padu dan melahirkan hasil-hasil yang nyata (natā'ij). Menurutnya, Kiai Ma'ruf adalah teladan utuh seorang ulama pemikir yang pemikirannya terbukti membuah hasil konkret bagi umat dan bangsa.

​"Kalau ini sudah passion semua, gangsing akan berputar bersama-sama. Hasil (natā'ij) akan muncul, dan hasil itulah yang menentukan realitas kehidupan kita. Kiai Ma'ruf ini dari pemikir (mufakkir) sampai menghasilkan natā'ij," tegasnya.

Kiai Marsudi juga menyinggung kehadiran para tokoh dan pimpinan lembaga keagamaan nasional dalam peluncuran buku tersebut sebagai momentum penting silaturahmi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk kemajuan jam'iyyah NU.

Baca juga: Prof Niam: Kiai Ma'ruf Amin Sempurnakan Kaidah Islam Tradisional Lewat Inovasi Continuous Improvement

Peluncuran buku setebal lebih dari 600 halaman karya Hj. Siti Haniatunnisa dan H. Muhammad Zainal Arifin ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar. Acara ini menjadi perhelatan krusial menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.