Ketua Tim Pembinaan Kepegawaian MUI: Kita Harus Terbuka dengan Nilai Positif di Lingkungan Kerja
Admin
Penulis
Yogyakarta, MUI Digital--Ketua Tim Pembinaan Kepegawaian MUI Hazuarli Halim menyampaikan akan terbuka dengan nilai-nilai positif yang berkembang di lingkungan kerja.
Hal ini disampaikan Hazuarli dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja staf sekretariat MUI dan KBL di MUI. Hazuarli menjelaskan nilai-nilai positif yang berkembang di lingkungan kerja menjadi aspek umum di lembaga profesional, selain nilai-nilai yang ada di MUI dan spiritual yang harus dipahami.
"Dalam dunia kerja ada dua hal penting yang kita jadikan sebagai budaya kerja, yakni etika dan team work. Dua hal ini menjadi pilar budaya kerja kita," kata Hazuarli di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Hazuarli, dalam dunia kerja etika menjadi nilai penting bahkan mengalahkan skill dan kompetensi. "Dunia kerja mana pun, bahkan data tenaga kerja, itu yang terbanyak di PHK bukan (karena) skil, kompetensi, tapi etika," jelasnya.
Dia menegaskan etika dan team work menjadi budaya kerja yang sangat penting di MUI. Apalagi, MUI merupakan organisasi besar yang memiliki jaringan secara nasional.
Meski begitu, Ketua Tim Pembinaan Kepegawaian MUI menilai kompetensi, pengetahuan dan prinsip tetap dibutuhkan dalam bekerja di MUI.
Wasekjen MUI Bidang Ekonomi ini menerangkan, pola kerja di MUI diawali kerja tim dengan rasa tanggung jawab atas tugas pokok dan fungsi masing-masing demi mencapai tujuan.
"Oleh karena itu, kita sebagai team work, (diharapkan) bisa saling membantu satu sama lain. Jangan sampai kita kemudian tidak peduli, membiarkan dan menelantarkan. Itu termasuk etika yang harus dibenahi," ujarnya.
Hazuarli menekankan aspek saling percaya dan komunikasi yang baik di antara Staf Sekretariat MUI dan KBL di MUI. "Kita di MUI akan berinteraksi dengan orang-orang yang sangat dihormati. Kita masih muda-muda, perlu menyesuaikan diri. Jangan sampai marwah MUI rusak karena segelintir orang," tegas Hazuarli dalam acara Staf Gathering Sekretariat MUI dan KBL MUI.
Kegiatan yang digelar pada 16-18 Januari 2026 ini sebagai wujud apresiasi kepada para staf sekretariat MUI dan staf Komisi Badan dan Lembaga (KBL) di MUI.
"Ini adalah salah satu bentuk apresiasi kita terhadap staf kita di MUI sekaligus kita isi beberapa masukan untuk meningkatkan kualitas kinerja mereka ke depan," kata Hazuarli.
Hazuarli menambahkan, acara gathering diisi kegiatan pembekalan kepada para staf di MUI sekaligus acara yang dapat meningkatkan kebersamaan, kolaborasi dan komunikasi yang baik di antara para staf untuk memperkuat keefekktifan dan produktifitas kinerja ke depan.
"Ke depan kita akan melakukan pertemuan secara rutin bersama mereka rencananya setiap bulan untuk evaluasi dan memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi sehari-hari," sambungnya.
Selain itu, ungkap Hazuarli, Tim Pembinaan Kepegawaian MUI akan melakukan capacity building bagi para staf MUI untuk meningkatkan kualitas kemampuan.
Hazuarli menerangkan staf MUI memiliki beban kerja yang sangat besar, sehingga Tim Pembinaan Kepegawaian MUI didorong untuk menekuni kemampuan dan bidangnya masing-masing.
Dia mengungkapkan dalam waktu dekat akan ada penentuan posisi bagi struktur staf MUI yang baru. Termasuk rencana penambahan kepala bagian (kabag).
"Supaya mereka intinya menekuni posisi yang diamanahkan ke mereka secara optimal. Jadi itu yang perlu ditekankan mereka, kalau mereka membutuhkan pengetahuan dan skil tambahan kita akan upayakan apa yang menjadi kebutuhan mereka," sambungnya.
Dalam acara gathering ini, Tim Pembinaan Kepegawaian MUI menerima aspirasi staf MUI agar acara ini digelar secara rutin setiap tahun.
Hazuarli menegaskan Tim Pembinaan Kepegawaian MUI akan mengupayakan acara gathering ini bisa terealisasi setiap tahunnya dengan bobot kegiatannya ditambah, termasuk melibatkan MUI Digital.
"Aspirasinya begitu kita akan upayakan setiap tahun. Tentu nanti kita akan meningkatkan bobot, acaranya kita tambah. Apa yang bermanfaat untuk kita siapkan untuk secara selanjutnya," tegasnya.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)