Ketua SC: Orientasi Pengurus MUI Periode 2025-2030 untuk Taswiyatul Manhaj dan Tansiqul Harokah
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital--Kegiatan Orientasi bagi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 bertujuan untuk taswiyatul manhaj (menyamakan persepsi) dan tansiqul harokah (menyatukan langkah).
Sebanyak 1.267 orang mengikuti kegiatan ini yang digelar secara hybrid di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, pada 24 Desember 2025. Tema kegiatan ini selaras dengan tema Munas XI MUI yakni "Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat."
Ketua Steering Committee (SC) Orientasi Buya Amirsyah Tambunan kepada MUI Digital, menekankan prinsip taswiyatul manhaj dan tansiqul harokah sangat penting bagi pengurus MUI.
Sekretaris Jenderal MUI ini menambahkan dua prinsip tersebut perlu ditanamkan agar melahirkan kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan visi dan misi MUI.
Visi MUI yaitu Terciptanya kondisi kehidupan yang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang baik, yang memperoleh ridha dan ampunan Allah SWT (baldatun thayibatun wa rabbun ghafur) menuju masyarakat berkualitas (khaira ummah) demi terwujudnya kejayaan Islam dan kaum muslimin (izzul Islam wal muslimin) dalam wadah NKRI.
Sementara misi MUI, pertama, Menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat secara efektif dengan menjadikan ulama sebagai panutan (qudwah hassanah).
Kedua, Melaksanakan dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar dalam mengembangkan akhlakuk karimah agar terwujud masyarakat berkualitas dalam berbagai aspek kehidupan. Ketiga, Mengembangkan ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam diseluruh NKRI.
"Kegiatan orientasi perkhidmatan MUI bertujuan untuk taswiyatul manhaj dan tansiqul harokah agar lahir kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan visi dan misi MUI," kata Buya Amirsyah Tambunan saat ditemui jurnalis MUIDigital di ruangan Sekretaris Jenderal MUI, Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
Selain visi dan misi MUI, Buya Amirsyah mengatakan, kegiatan orientasi ini akan menyampaikan sejumlah materi penting yang terbagi ke dalam 14 sesi. Terdapat materi pokok yang akan disampaikan dalam kegiatan Orientasi, yaitu sembilan pokok perkhidmatan MUI.
Buya Amirsyah menekankan sembilan pokok orientasi perkhdimatan MUI harus dipahami dan diimplementasikan bagi pengurus MUI.
"Sembilan orientasi perkhidmatan MUI harus menjadi pemahaman bagi semua pengurus MUI tanpa terkecuali, baik Dewan Pimpinan MUI, pimpinan Komisi, Badan dan Lembaga (KBL) dan seluruh pengurus. Bila dihapal bagus, tapi lebih bagus lagi dipahami dan diimplementasikan di kehidupan sehari-hari dalam berkhidmah di MUI," ujarnya.
"Sembilan orientasi perkhidmatan MUI ini mencerminkan peran MUI sebagai pembimbing, pendidik, penolong, penjaga kemurnian Islam, serta kontributor perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai Islam yang komperhensif dan independen," ujarnya.
Berikut sembilan orientasi perkhidmatan MUI dan penjelasan singkatnya:
Diniyah: Berlandaskan nilai dan ajaran Islam secara menyeluruh dalam setiap kegiatannya.
Irsyadiyah: Mengajak umat kepada kebaikan (amar ma'ruf nahi munkar).
Istijabiyah: Memberikan jawaban positif dan responsif terhadap masalah umat.
Huirriyah: Independen, bebas, dan tidak terpengaruh pihak lain dalam mengambil keputusan.
Ta'awuniyah: Bersemangat tolong-menolong untuk kebaikan dan membela kaum dhu'afa.
Syuriyah: Memimpin umat menuju jalan yang diridhai Allah.
Tasamuh: Menjunjung tinggi sikap toleran dan moderat.
Qudwah: Menjadi teladan atau panutan bagi umat.
Duwaliyah: Berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia sebagai bagian dari umat Islam sedunia.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)