Ketua LPEU MUI Singgung Pentingnya Green Company dalam Raker Perdana
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI Digital – Ketua Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Mukhaer Pakana, menegaskan bahwa rapat kerja pertama LPEU MUI difokuskan pada penyusunan program-program yang realistis, operasional, dan dapat langsung digerakkan dalam masa khidmat lima tahun ke depan.
“Alhamdulillah, Lembaga Penggerak Ekonomi Umat MUI telah melaksanakan rapat kerja pertama dan berhasil menyusun program-program yang bisa kita gerakkan dan operasionalkan,” ujarnya usai penutupan Rapat Kerja Lembaga Penggerak Ekonomi umat Majelis Ulama Indonesia dan Penguatan Pembinaan Koperasi di Hotel Mercure, Jakarta Barat pada Jumat, (20/12/2025).
Ia menjelaskan, sebanyak delapan divisi telah menyampaikan rancangan program kerja dan mendapatkan respons antusias dari para peserta.
Masukan tersebut kemudian digunakan untuk memfinalisasi draf program sebelum disampaikan kepada pimpinan MUI dan dibawa ke agenda Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) MUI pada Januari 2026.
“Program-program ini tidak bersifat retoris atau sekadar wacana. Setiap divisi kami batasi maksimal dua hingga tiga program agar benar-benar bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kinerja lembaga akan dievaluasi secara berkala melalui sidang tahunan mulai 2026 dan seterusnya. Selain itu, dalam kurun waktu empat tahun ke depan, LPEU MUI juga akan menyelenggarakan Kongres Ekonomi Umat untuk melahirkan kebijakan dan langkah strategis jangka panjang.
“Yang penting dalam menyusun program ini adalah berpikir positif bahwa apa yang kita rencanakan bisa kita laksanakan. Ini yang saya sebut sebagai self-fulfilling prophecy,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah program strategis telah disiapkan, termasuk pengembangan usaha di bidang energi dan sumber daya mineral, energi terbarukan, serta penguatan konsep green company yang berada di bawah divisi khusus.
Selain itu, program PINBAS yang sebelumnya berada di lembaga tersendiri kini dilebur ke dalam LPEU MUI. Program tersebut dinilai telah menunjukkan capaian positif selama satu dekade terakhir dan akan terus dilanjutkan.
“PINBAS sudah berjalan hampir sepuluh tahun dan cukup berhasil. Program-programnya akan kita lanjutkan dan perkuat di bawah LPEU,” ujarnya.
Untuk mendukung pergerakan ekonomi secara lebih konkret, LPEU MUI juga berencana membentuk badan usaha milik MUI. Menurutnya, keberadaan badan usaha menjadi penting agar potensi ekonomi MUI dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Tanpa badan usaha, kita akan kesulitan menggerakkan potensi ekonomi yang dimiliki MUI. Karena itu, ke depan kita akan menyusun pedoman pendirian badan usaha, baik PT maupun koperasi,” jelasnya.
Adapun program kerja terdekat yang akan segera dijalankan antara lain penguatan lembaga pendamping halal (LP3H) untuk membantu proses pernyataan halal bagi usaha mikro dan kecil, pengembangan Women Entrepreneur, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan bisnis MUI.
Dalam program digitalisasi tersebut, LPEU MUI akan melibatkan generasi muda di bawah usia 30 tahun untuk memperkuat transformasi ekonomi berbasis digital.
“Kami akan merekrut anak-anak muda untuk menangani digitalisasi ekonomi dan bisnis MUI agar gerakan ini lebih adaptif dengan perkembangan zaman,” kata dia. (Fitri Aulia Lestari, ed: Nashih)