Karangan Bunga Sejumlah Tokoh Ramaikan Pengukuhan Pimpinan Infokomdigi MUI Jadi Profesor
Admin
Penulis
Tangerang Selatan, MUI Digital--Halaman depan Gedung Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipenuhi karangan bunga ucapan selamat atas dikukuhkannya Prof Gun Gun Heryanto Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik.
Wakil Ketua Komisi Informasi, Komunikasi dan Digital (Infokomdigi) MUI ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik UIN Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Rabu (14/1/2026).
Prof Gun Gun Heryanto yang juga Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta ini menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Konvergensi Simbolik dalam Komunikasi Politik Digital Kontemporer: Pendekatan Tindakan Komunikatif untuk Menguatkan Ruang Publik Baru di Era Cyberdemocrazy".
Pantauan MUI Digital di UIN Jakarta, sejumlah tokoh yang memberikan karangan bunga ucapan selamat di antaranya Menkomdigi Meutya Hafid, Ketua KPI Pusat Ubaidillah, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Tri Santoso, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Komisioner KPI Pusat Mimah Susanti, Ketua MUI Bidang Infokomdigi KH Masduki Baidlowi, Ketua PC Fatayanat NU Kota Depok Hj Ade Rina.
Kemudian, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Direktur Utama LKBN Antara Benny Siga Butarbutar.
Selain itu, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Setjen DPR RI Dr Najib Ibrahim, Ketua KPU Provinsi Banten Mohammad Ihsan, Komisioner KPI Pusat Evri Rizqi Monarsih, Rektor UPN Veteran Jakarta Prof Anter Venus, dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
Selain Bidang Ilmu Komunikasi Politik, UIN Jakarta juga mengukukuhkan guru besar lainnya yang berasal dari berbagai bidang keilmuan strategis yakni Biologi Terapan (Ekologi), Kecerdasan Artifisial. Lalu, Sejarah dan Peradaban Islam, Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam, dan Filsafat Islam.
Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar ini resmi dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA. Kemudiaan pembacaan SK oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, M.A., M.H.
Kemudian guru besar lainnya yang dikukuhkan hari ini adalah Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag., M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Biologi Terapan (Ekologi), dan Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Kecerdasan Artifisial, Prof. Dr. H. M. Yakub, M.A. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam, Prof. Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan.
Selanjutnya, Prof. Dr. H. Mahsusi, M.M. sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam. Terakhir, Prof. Dr. H. Kholid Al Walid, M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Filsafat Islam. Para guru besar ini dikukuhkan secara langsung oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar M.A., Ph.D.
Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D. menyampaikan apresiasi atas capaian akademik para dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar.
Menurutnya, pengukuhan sebagai guru besar merupakan hasil dari proses akademik panjang dengan melibatkan ketekunan, konsistensi riset, dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
“Pengukuhan Guru Besar merupakan capaian tertinggi dalam tradisi akademik. Ini bukan hanya pengakuan atas prestasi personal, tetapi juga penegasan tanggung jawab keilmuan untuk memberi arah, pencerahan, dan solusi atas berbagai persoalan bangsa dan kemanusiaan,” kata Prof Asep dikutip MUI Digital dalam laman resmi UIN Jakarta.
Rektor menambahkan, keberagaman bidang keilmuan para guru besar yang dikukuhkan menunjukkan karakter UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di lingkungan Kementerian Agama RI yang konsisten dalam pengembangan integrasi keilmuan keislaman, sains, dan sosial-humaniora secara berimbang.
“Kami berharap para guru besar yang dikukuhkan menjadi rujukan keilmuan, penggerak riset unggulan, serta penjaga etika dan marwah akademik. Kontribusi mereka sangat dibutuhkan, baik dalam penguatan kebijakan publik, pengembangan teknologi, maupun pemajuan peradaban yang berkeadilan,” ujarnya.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)