Lewati ke konten utama
Senin, 26 Oktober 2026 / 15 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Cholil
Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), KH M Cholil Nafis dalam Workshop Pra-Ijtima’ Sanawi (Annual Meeting) DPS XI Tahun 2026 dan Ijtima’ Sanawi (Annual Meeting) DPS XXII Tahun 2026 yang diselenggarakan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20–22 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Peran DPS dalam Memaksimalkan Kolaborasi dan Integrasi Ekonomi dan Keuangan Syariah”. Foto: Junaidi/ MUI Digital
Berita

Hikmah Kiai Cholil Nafis: Kebaikan Berlandaskan Keikhlasan tak Akan Pernah Sia-Sia

Hikmah Kiai Cholil Nafis: Kebaikan Berlandaskan Keikhlasan tak Akan Pernah Sia-Sia

/ 15 Jumadil Awal 1448 H 3 menit baca 68 dibaca

Depok, MUI Digital--Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menyampaikan hikmah mengenai pentingnya keikhlasan dalam beramal. Kiai Cholil  menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilandasi dengan ketulusan semata-mata karena Allah SWT tidak akan pernah menjadi sia-sia, melainkan akan mendatangkan balasan terbaik, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Kiai Cholil mengajak umat untuk senantiasa meluruskan niat dalam setiap langkah kebaikan. Menurutnya, fondasi fundamental dalam beragama adalah memastikan bahwa segala bentuk ibadah mahdhah maupun ibadah sosial, seperti berinfak, bersedekah, tersenyum, hingga menolong sesama, dilakukan semata-mata mencari keridhaan Allah SWT.

​"Kalau kita berbuat baik kepada orang lain, kemudian orang tersebut berbuat baik kepada kita, tetapi niat awalnya bukan karena Allah melainkan karena manusianya, maka ketika bantuan itu tidak dibalas, kita akan merasa kecewa," ujar Kiai Cholil Nafis saat mengisi pengajian rutinan Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Mauidzotul Mu'minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026), yang kembali dinarasikan oleh MUI Digital pada Senin (26/10/2026).

Kiai Cholil mengingatkan agar umat Islam menjauhkan diri dari sifat suka mengungkit-ungkit jasa atau menyebut kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain. Kebiasaan merasa paling berjasa atas kesuksesan orang lain justru menjadi indikator bahwa seseorang belum sepenuhnya ikhlas dalam beramal.

​Sebagai teladan keikhlasan tertinggi dalam kehidupan nyata, Kiai Cholil mencontohkan ketulusan seorang ibu kepada anak yang dilahirkannya. Seorang ibu rela berkorban mati-matian, menahan rasa sakit dengan penuh kesabaran, namun tetap merasa senang dan bahagia tanpa sedikit pun menuntut balasan dari sang anak. 

Menurutnya, cinta yang tulus dan murni tersebut menjadi cerminan bagaimana seorang hamba seharusnya berbuat baik kepada sesama makhluk ciptaan Allah.

Lebih lanjut, Kiai Cholil mengutip firman Allah SWT dalam Qs Alzalzalah ayat 7 sampai 8. Ayat ini menegaskan hukum kausalitas ilahi bahwa sekecil apa pun kebaikan atau keburukan yang dilakukan manusia pasti akan diperlihatkan balasannya.

​"Jangan pernah khawatir kebaikan kita akan hilang atau sia-sia. Allah Maha Adil. Semua kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita, apakah berupa kenikmatan dan keberkahan di dunia, atau pahala yang berlipat ganda di akhirat kelak," tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini berpesan agar umat terus melatih diri membiasakan akhlak mulia, bergaul dengan orang-orang saleh, serta merawat keikhlasan hati. "Dengan niat yang bersih karena Allah, amal sekecil apa pun akan bernilai ibadah dan membawa ketenangan serta kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat," tegasnya.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads