Lewati ke konten utama
Sabtu, 17 Oktober 2026 / 6 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Pelatih Timnas Indra Sjafrie
Pelatih Timnas Indonesia Indra Sjafrie saat menjadi dewan juri Baznas Award. foto: Sadam/MUI Digital
Berita

Ditunjuk Jadi Juri Baznas Award 2026, Indra Sjafri: Warna Baru Hidup Saya

Ditunjuk Jadi Juri Baznas Award 2026, Indra Sjafri: Warna Baru Hidup Saya

/ 5 Jumadil Awal 1448 H 6 menit baca 215 dibaca

JAKARTA, MUI Digital— Ada sosok yang menarik perhatian dalam gelaran Grand Baznas Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (15/10/2026). 

Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia U-23, Indra Sjafri, dipercaya menjadi salah satu juri dalam ajang penghargaan bergengsi bagi para penggerak zakat nasional tersebut.

Pengalaman ini diakui Indra Sjafri memberikan tantangan tersendiri sekaligus pengalaman berharga yang unik. 

Menurut pelatih yang kerap membawa Timnas Muda Indonesia berprestasi ini, menjadi bagian dari tim penilai pembayar zakat terbaik memberikan warna tersendiri dalam perjalanan hidupnya.

​"Jadi, sekarang memilih siapa yang berkontribusi dengan zakat. Tapi karena ada kriteria yang memang sudah ada, ya kita, tim juri, secara bersama-sama memilih berdasarkan kriteria. Jadi cukup memberikan warna baru untuk saya, yang biasanya memilih pemain, sekarang memilih pembayar zakat terbaik," ujar Indra Sjafri saat ditemui MUI Digital seusai acara Grand Baznas Award 2026. 

Saat ditanya mengenai analogi atau perbandingan antara memilih pemain sepak bola dan memilih penerima penghargaan zakat, Indra meyakini bahwa kedua hal tersebut memiliki prinsip dasar yang sama. 

Hal utama yang ditekankan adalah objektivitas, integritas, dan kepatuhan pada indikator penilaian yang terukur.

​"Ya sama, sama. Jangan ada dusta di antara kita dalam memilih, kan? Jangan ada bias, sesuai dengan kriteria dan itu berdasarkan tidak satu orang, tapi ada berapa orang yang menilai," jelasnya.

Indra menerangkan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menyiapkan indikator dan persyaratan penilaian yang sangat jelas. 

Dengan adanya kerja kolektif antarjuri serta sistem pengisian checklist yang seragam, proses seleksi berjalan lancar tanpa dinamika perdebatan yang rumit.

​"Tantangan sebagai juri, saya pikir enggak terlalu banyak dan enggak rumit. Karena ini kan kerja kolektif, ya, kerja bareng dan kriterianya jelas, ya kita memilih dari beberapa nominasi yang ada, ya kita pilih sesuai dengan kriteria itu," tambah Indra.

Mengenai anggapan adanya formasi khusus layaknya meracik tim dalam pertandingan sepak bola, pelatih kawakan ini menjawabnya dengan tertawa. 

"Enggak ada formasi mana. Masa memilih pembayar zakat ada formasinya? Enggak ada, enggak ada. Jauh beda," tuturnya berseloroh.

Indra menekankan bahwa dalam dunia talent identification sepak bola maupun penilaian muzaki, seorang penilai dilarang keras memiliki bias atau keraguan. 

"InsyaAllah tim juri solid, ya kita tentukan sesuai dengan kriteria itu," tegasnya.

Meskipun merasa tugas ini tidak bisa dibandingkan secara head-to-head dengan profesi utamanya di dunia sepak bola, Indra Sjafri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan Baznas atas kepercayaan yang diberikan. Kesempatan ini dinilainya sebagai pengalaman berharga yang tidak datang dua kali.

​"Jarang-jarang orang yang dikasih kesempatan, dan saya bismillah saya lakukan dengan baik, ya. Tentu tidak sesempurna atau tidak seperti saya melakukan di sepak bola," kata Indra.

Lebih jauh, Indra berharap ajang Grand Baznas Awards dapat menjadi pemicu motivasi bagi masyarakat luas untuk terus berbagi dan menunaikan kewajiban zakat.

​"Saya pikir acara ini untuk memberikan motivasi kepada yang lain, bahwasanya kalau berkontribusi ada reward, ada award yang diberikan oleh Baznas. Dan saya mengimbau semua masyarakat Indonesia, terutama tentu yang muslim, memberikan kelebihan rezekinya atau yang sudah diatur oleh agama kita, untuk disalurkan ke badan zakat," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Dr Sodik Mudjahid, menyampaikan, pemberian penghargaan kepada para penggerak zakat merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung pengelolaan zakat. 

Menurutnya, khusus untuk zakat, masyarakat diperbolehkan menyampaikan penghargaan kepada mereka yang menunaikan zakat.

"Berikanlah doa, selamat, penghargaan kepada mereka yang membayarkan zakat itu. Padahal kita semua tahu, Allah mengajarkan kita untuk ikhlas dan sebagainya. Khusus untuk zakat, ada dua hal, yaitu boleh diceritakan dan sampaikan penghargaan kepada mereka yang membayar zakat," ujar Sodik.

Lebih lanjut, Sodik menjelaskan, penyelenggaraan Grand Baznas Awards 2026 merupakan bagian dari implementasi Asta Stratas dan Asta Prioritas Baznas 2026–2031, khususnya dalam membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif, memperkuat jaringan dan kolaborasi, serta mendorong perbaikan dan inovasi dalam manajemen Baznas.

"Untuk Grand Awards ini, ada 20 kategori dari berbagai kalangan yang merupakan bagian dari Asta Stratas yang pertama, yakni membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif," ungkapnya.

Sodik menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi salah satu wujud pengamalan Asta Stratas dalam membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Para penerima penghargaan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari gubernur, wali kota, hingga para muzaki.

"Acara ini adalah salah satu wujud pengamalan Asta Stratas, yakni kita jaga kolaborasi kita dengan berbagai pihak," ujarnya.

Sodik menjelaskan, melalui acara ini Baznas juga berupaya untuk menunjukkan 5D yaitu Baznas yang Diingat, Baznaa yang Dipercaya, Baznas yang Dijangkau, Baznas yang Dicintai, dan Baznas yang Dibanggakan," katanya.

Melalui Grand Baznas Awards 2026, Baznas RI terus mendorong penguatan kolaborasi dan inovasi dalam pengelolaan zakat nasional guna memperluas ekosistem zakat dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.

"Kami berharap melalui acara ini tumbuh sifat saling menghargai, sifat saling memotivasi agar terus berkembang. Untuk mereka yang mendapatkan penghargaan, ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.

Berikut penerima Grand Baznas Awards 2026 :

Kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik

1. DK Jakarta

2. Jawa Timur

3. Kalimantan Timur

4. Nusa Tenggara Barat

5. Lampung

Kategori Bupati Pendukung Zakat Terbaik

1. Sumedang

2. Banyumas

3. Gresik

4. Siak

5. Barru

Kategori Walikota Pendukung Zakat Terbaik

1. Surabaya

2. Bandung

3. Tangerang Selatan

4. Batam

5. Makassar

Kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2. Universitas Gadjah Mada

3. Universitas Sebelas Maret

4. UIN Mahmud Yunus Batusangkar

5. Universitas Padjadjaran

Kategori Kementerian Pendukung Zakat Terbaik

1. Kementerian Agama

2. Pekerjaan Umum

3. Kemendagri

4. Kemenkeu

5. Imigrasi dan Pemasyarakatan

Kategori Badan/Lembaga Negara Pendukung Zakat Terbaik

1. BPJS Kesehatan

2. BPJS Ketenagakerjaan

3. BRIN

4. Mabes TNI

5. KPK

Kategori BUMN Pendukung Zakat Terbaik

1. BSI

2. BRI

3. BNI

4. Bank Mandiri

5. Semen Padang

Kategori Muzaki Perusahaan Terbaik

1. Tempo Scan Pacific

2. Mitra Bisnis Keluarga

3. Paragon

4. Asuransi Jiwa Al-Amin

5. Assegaf Hamzah & Partners

Kategori Lembaga Keuangan Pendukung Zakat Terbaik

1. BSI

2. BRI

3. BNI

4. Mandiri

5. BCA

Kategori Muzaki Individu Teladan

1. Muhammad Kurniawan

2. Yuanita Rohali

3. S Sjafran

4. Nurhayati Subakat

5. Garibaldi Thohir

Kategori Tokoh Publik Pendukung Zakat Terbaik

1. Ivan Gunawan

2. Inul Daratista

3. Hadad Alwi Assegaf

4. Abdel Achrian

5. Teuku Ryzki Muhammad

Kategori Media Pendukung Zakat Terbaik

1. TVRI

2. LKBN Antara

3. MNC Trijaya

4. Kompas TV

5. TV One

Kategori Penyedia Layanan Zakat Terbaik

1. GoPay

2. Blu by BCA Digital

3. LinkAja Syariah

4. Kitabisa.com

5. Midtrans

Kategori Mitra Internasional Pendukung Zakat Terbaik

1. TIKA Turki

2. King Salman

3. ISF OIC

4. Angkasa Malaysia

5. Masjid Al-Hikmah New York

Kategori Perusahaan Pendukung Pengumpulan Zakat Terbaik

1. Alfamart

2. Alfamidi

3. Indomaret

4. Nobby Official

5. Pegadaian

Kategori BAZNAS Provinsi Terbaik

1. BAZNAS Prov. Jawa Tengah

2. BAZNAS Prov. DI Yogyakarta

3. BAZNAS Prov. DK Jakarta

4. BAZNAS Prov. Riau

5. BAZNAS Prov. Kalimantan Selatan

Kategori BAZNAS Kabupaten Terbaik

1. BAZNAS Kab. Kutai Timur

2. BAZNAS Kab. Tasikmalaya

3. BAZNAS Kab. Rokan Hulu

4. BAZNAS Kab. Kampar

5. BAZNAS Kab. Sukabumi

Kategori BAZNAS Kota Terbaik

1. BAZNAS Kota Tangerang

2. BAZNAS Kota Yogyakarta

3. BAZNAS Kota Semarang

4. Baitul Mal Kota Banda Aceh

5. BAZNAS Kota Tebing Tinggi

Kategori LAZ Mitra Terbaik

1. LAZIS Muhammadiyah

2. LAZIS Nahdhatul Ulama

3. LAZ Baitulmal Munzalan

4. LAZ Persatuan Islam

5. LAZ Pesantren Islam Al-Azhar

Kategori Mustahik Transformatif

1. Arfawati – Z-Chicken Kab. Gowa

2. Sutiyo – Z-Mart Kab. Purbalingga

3. Ahmad Yogi Santosa – Lumbung Pangan Kab. Garut

4. Panji Husairi – Z-Auto Kota Depok

5. Suwanda – Z-Auto Kota Cilegon 

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads