Di Musda X Sumut, Sekjen MUI Garis Bawahi Peran Vital Ulama di Berbagai Lini
Admin
Penulis
Medan, MUI Digital— Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menghadiri pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X MUI Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Kegiatan yang berlangsung di Medan, pada Jumat (26/12/2025), Sekjen MUI berpesan agar Musda X Sumut menjadi momentum muhasabah dan instrospeksi organisasi untuk menyusun program yang lebih baik.
Lebih lanjut, Buya Amirsyah mengatakan Musda X Sumut menjadi momentum untuk memilih pemimpin yang mampu menggerakkan potensi keumatan.
Dia menekankan pentingnya peran ulama dalam menopang pembangunan nasional. Selain itu, dia juga menggarisbawahi kedudukan vital ulama dalam mendukung implementasi program prioritas pemerintah sebagai wujud peran MUI sebagai shodiqul hukumah (mitra pemerintah) dan khadimul ummah (pelayan umat) serta himayatul ummah (pelindung umat).
"Pertama, MUI sebagai shodiqul hukumah (mitra pemerintah). Kedua, melayani dan melindungi umat, yakni sebagai khadimul ummah dan himayatul ummah," kata Buya Amirsyah dalam keterangan yang MUI Digital terima pada Selasa (30/12/2025).
Kegiatan Musda X MUI Sumut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumut Surya. Dalam sambutannya, Gubernur Sumut menyebut MUI sebagai pilar moral, etika dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Surya mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut meyakini sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan.
Dia menegaskan Pemprov Sumut senantiasa membuka ruang dialog, kolaborasi dan kerja sama dengan MUI agar setiap kebijakan pembangunan tepat sasaran, berlandaskan nilai etika, moral dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
“MUI memiliki posisi yang sangat penting sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah). Dua peran ini menempatkan MUI sebagai pilar moral, etika, dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Provinsi Sumut,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Surya.
Surya menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. Tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, ketahanan sosial, serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.
Melalui Musda MUI Sumut ini, Surya berharap akan lahir kepemimpinan MUI yang amanah dan visioner, program kerja yang relevan dengan kebutuhan umat dan daerah. Serta rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Sumut, Buya Maratua Simanjuntak berharap Musda dapat menghasilkan fatwa-fatwa yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dia menegaskan, MUI yang didirikan oleh para tokoh dari berbagai organisasi Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas akhlak bangsa.
“Ilmu yang hebat tidak akan berarti tanpa adab dan akhlak. Kita bersama-sama dengan pemerintah menuju keberkahan,” katanya.
Buya Maratua menjelaskan, Musda kali ini akan membahas tiga hal utama, yakni evaluasi kekurangan selama lima tahun terakhir, upaya penyempurnaan melalui program unggulan ke depan, serta penetapan kepemimpinan yang akan mengemban amanah MUI Sumut selama lima tahun mendatang.(Sadam, ed: Muhammad Fakhruddin)