Buka Standardisasi Dai Angkatan 35, Waketum MUI: Dakwah Itu Harus Membangun, Bukan Merobohkan
Junaidi
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud membuka Standardisasi Dai Angkatan ke-35 Komisi Dakwah MUI di Wisma Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024).
Kiai Marsudi menyampaikan pesan kepada para dai bahwa dakwah itu harus membangun, bukan merobahkan.
"Intinya dalam berdakwah untuk membangun, bukan untuk meruntuhkan. Kita ngurusin dakwah itu untuk membangun, bukan merobohkan," kata Kiai Marsudi Syuhud.
Kiai Marsudi menjelaskan, dalam membangun itu apabila ada yang kurang, maka harus diperbaiki, bukan dihilangkan. Begitu juga berdakwah dalam konteks membangun bangsa ini.
"Itu yang masih kurang betulin. Ada undang-undang yang belum sesuai betulin, aturan-aturan yang belum sesuai betulin, pelaksanaan yang belum sesuai harapan benerin, bukan dirobohkan bangsa ini. Itu intinya dakwah membangun," jelasnya.
Kiai Marsudi menekankan, para dai memiliki tugas untuk membangun kemaslahatan bangsanya agar tetap bersatu, meski terjadi perbedaan pendapatan.
"Kalau ada perbedaan pendapat sampaikan semua. Maka ada qaulan, kaulani, dan aqwalun. Menurut pendapat ini, pendapat ini, pendapat ini, itulah pendapat-pendapat yang berbeda, endingnya, perbedaan umatku (adalah) rahmat," ungkapnya.
Kiai Marsudi menjelaskan, perbedaan yang rahmat dalam artian ketika terjadi perbedaan harus bisa dijelaskan. Tidak boleh mengaku yang paling benar sendiri sehingga, bisa menjadi pilihan.
"Mau minum kopi, teh, dan jus. Kalau kita milih jus, minum. Karena mau kopi, teh dan jus itu boleh. Itu cara pandangnya untuk menyatukan para dai-dai ini agar juga bisa konek satu sama lain. Betapapun beda background organisasinya," tutupnya.
(Sadam, ed: Fakhruddin)