Aktivis Nelayan Kholid Ungkap Intimidasi Terhadap Warga Terdampak Proyek PIK2
Admin
Penulis
Serang, MUI Digital--Aktivis nelayan Kholid Miqdar mengungkapkan adanya intimidasi terhadap warga di sekitar pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Hal ini diungkapkan Kholid saat menerima silaturahim Tim Tabayyun MUI tentang Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2 di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Kunjungan silaturahim ini dipimpin Ketua Tim Tabayyun MUI tentang PSN PIK 2 KH Masduki Baidlowi didampingi Sekretaris Tim H Rofiqul Umam Ahmad. Kemudiaan anggota Tim Tabayyun Prof Utang Ranuwijaya dan Dr Ihsan Tanjung.
"Bedanya gini, kalau waktu label PSN mereka terlalu brutal, terang-terangan," kata Kholid.
Kholid menjelaskan bahwa intimidasi yang melibatkan aparat tersebut dilakukan secara terang-terangan karena merasa PSN PIK 2 sebagai misi negara dan misi pemerintah berlabel proyek strategis nasional.
"Walau kami enggak merasa strategis. Ketika dicabut ini (PSN) mereka masih bergerak, bedanya pergerakannya senyap, agak ngitung lah ya. Tadinya kasar, enggak begitu kasar, tapi mereka tetap kasar merayap," tegasnya.
Kholid juga menyatakan dampak dari pembangunan PIK 2 menimbulkan banjir di sejumlah wilayah Banten.
"Tata ruang hidupnya sedang dijajah terkait polemik PIK 2 karena efek dari pengurukan, banjir di mana-mana," kata Kholid.
Kholid menjelaskan, aliran air sungai di hilir diurug oleh PIK 2, sehingga menimbulkan bencana alam, seperti banjir di wilayah Dadap, Tanara, Cikande, Kasemen, hingga Kesultanan Banten.
Kholid bersama warga merasa bersyukur MUI mau bersilaturahim secara langsung ke lokasi mereka untuk menimba informasi secara faktual dan aktual.
"Makanya kita akan coba berikan datanya ke MUI bagaimana ini terjadi banjir, bagaimana kerusakan ekonomi di wilayah kami, majelis-majelis digusur, pemakaman (dibongkar), kita ceritakan ke MUI. Biar seperti apa MUI menindaklanjutinya dan kita akan kasih data-datanya dan sebab-sebabnya," tegas Kholid.
Kholid mendorong adanya keadilan iklim, sehingga setiap pembangunan dan kebijakan bisa memikirkan dampak lingkungan. Tidak hanya di Banten, menurut Kholid, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia ini disebabkan oleh kebijakan yang tidak menggunakan akal.
"Sehingga dampaknya kerusakan lingkungan, mereka tidak memahami hubungan manusia dengan alam. Yang ada hanya keuntungan, tidak boleh! Yang dirugikan adalah masyarakat," tegas Kholid.
Dia berharap MUI bisa menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada pemerintah.
Sementara itu, Ketua Tim Tabayyun MUI tentang PSN PIK 2 KH Masduki Baidlowi menyampaikan rasa syukur bisa bersilaturahim ke kediaman warga terdampak PIK 2.
Kiai Masduki mengatakan, MUI bersama tim yang telah dibentuk selama dua tahun ini, awalnya ikut berjuang bersama warga agar PSN PIK 2 dibatalkan.
"Syukur alhamdulillah perjuangan kita semua di sini akhirnya PSN PIK 2 betul-betul dibatalkan. Saya kira masalahnya masih banyak, masih menumpuk, MUI konsisten ingin melindungi masyarakat atau umat karena memang tugas dari MUI khadimul ummah," kata dia.
Ketua MUI Bidang Infokomdigi ini mengungkapkan, MUI mencatat dan akan menindaklanjuti sejumlah aspirasi masyarakat mengenai dampak yang terjadi akibat proyek PIK 2.
"Salah satu yang paling menonjol adalah sungai-sungai yang selama ini sangat penting buat kehidupan masyarakat ditutup. Akhirnya menyengsarakan masyarakat. Kami akan mendalami soal ini, ke depan kita akan terus bekerja sama dengan kawan-kawan," lanjutnya.
Kiai Masduki menerangkan, MUI akan konsisten melindungi warga, terutama warga terdampak PIK 2 hingga berhasil. Menurut MUI, upaya ini terlepas nantinya bakal berhasil atau tidak merupakan ibadah.
"Kami datang sebagai rangkaian kegiatan kami. Di MUI nanti mengundang sejumlah instansi terkait berhubungan persoalan ini. Saya berharap kepada masyarakat disini supaya sabar, mendahulukan dialog dan kesabaran. Karena semua nanti dengan kesabatan InsyaAllah akan diberi jalan keluarnya," kata Kiai Masduki.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)