Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Tuntunan Ibadah

Niat Ihram Haji dan Umroh Disertai Doa Lengkap dengan Artinya

5 menit baca 10.252 dibaca
Niat Ihram Haji dan Umroh Disertai Doa Lengkap dengan Artinya
Foto: AI Modified/ChatGPT
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Niat menempati posisi yang sangat penting dalam setiap ibadah. Baik shalat, puasa, zakat, maupun ibadah haji dan umroh, niat berfungsi membedakan satu amalan dengan amalan lainnya.

Oleh karena itu, calon jamaah haji dan umroh perlu memahami niat ihram dengan benar. Tidak lain karena hal ini menjadi pintu masuk pelaksanaan ibadah tersebut.

Dalam fiqih, niat haji dan umroh kerap disebut dengan istilah ihram. Syekh Dr. Mustafa al-Khin (wafat 1429 H) dalam kitabnya menjelaskan bahwa ihram adalah niat memasuki rangkaian ibadah haji, umroh, atau keduanya sekaligus, beserta amalan dan adab yang mengikutinya.

Dengan kata lain, ihram bukan sekadar mengenakan pakaian khusus, tetapi dimulai dari niat untuk masuk ke dalam manasik ibadah tersebut.

الْإِحْرَامُ هُوَ نِيَّةُ الدُّخُولِ فِي نُسُكِ الْحَجِّ أَوِ الْعُمْرَةِ أَوْ نُسُكِهِمَا مَعًا، مَعَ مَا يَتْبَعُهُ مِنَ الْأَعْمَالِ وَالْآدَابِ الْمُتَمِّمَةِ

“Ihram adalah niat untuk memasuki rangkaian ibadah Haji atau Umrah, atau keduanya sekaligus, beserta segala amalan dan adab penyempurna yang mengikutinya.” (Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab Imam asy-Syafi’i [Damaskus: Dar al-Qalam], vol. 2, h. 131)

Baca juga: Musim Haji 2026 Mulai: Pemeliharaan Ka’bah Rampung, Jamaah Haji Perdana Tiba di Jeddah

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) menerangkan bahwa orang yang hendak berihram dianjurkan meneguhkan niat di dalam hati, melafazkannya dengan lisan, lalu membaca talbiyah. Inilah bentuk pelaksanaan yang paling sempurna.

فَقَالَ أَصْحَابُنَا: يَنْبَغِي لِمُرِيدِ الْإِحْرَامِ أَنْ يَنْوِيَهُ بِقَلْبِهِ وَيَتَلَفَّظَ بِذَلِكَ بِلِسَانِهِ، وَيُلَبِّيَ، فَيَقُولُ بِقَلْبِهِ وَلِسَانِهِ: نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى، لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، إِلَى آخِرِ التَّلْبِيَةِ، فَهَذَا أَكْمَلُ مَا يَنْبَغِي لَهُ

“Kalangan Syafi’iyyah berkata: ‘Selayaknya orang yang hendak berihram meniatkannya di dalam hati, mengucapkannya dengan lisan, lalu membaca talbiyah. Ia mengucapkan dengan hati dan lisannya: ‘Aku berniat menunaikan Haji dan berihram karenanya karena Allah Ta’ala. Labbaikallahumma labbaik…’ hingga akhir bacaan talbiyah. Inilah tata cara yang paling sempurna baginya.’” (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab [Kairo: Al-Muniriyah], vol. 7, h. 224)

Meski lafaz niat dianjurkan untuk diucapkan, hakikat niat tetap berada di dalam hati. Karena itu, yang terpenting adalah kesungguhan hati untuk memasuki ibadah haji atau umroh, sementara ucapan lisan berfungsi membantu menghadirkan niat tersebut.

Baca juga: Kemenhaj dan Polri Perkuat Sinergi, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah

Perlu dipahami juga, bahwa niat ihram merupakan rukun pertama dalam ibadah haji dan umroh. Karena itu, setiap calon jamaah hendaknya memahami bacaan niat sekaligus menghadirkan kesungguhan hati ketika memulainya.

Setelah itu, dianjurkan memperbanyak talbiyah dan doa agar perjalanan ibadah diberi kemudahan serta memperoleh haji mabrur (dinilai baik oleh Allah) atau umroh maqbulah (diterima oleh Allah).

Berikut lafaz niat haji dan umrah beserta artinya:

Lafaz Niat Ihram Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul ḥajja wa aḥramtu bihī lillāhi Ta’ālā.

Artinya: “Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Ta’ala.”

Lafaz Niat Ihram Umroh

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitul ‘umrata wa aḥramtu biha lillāhi Ta’ālā.

Artinya: “Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Ta’ala.”

Lafaz Niat Haji sekaligus Umrah (Haji Qiran)

نَوَيْتُ الْحَجَّ والْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِمَا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitul ḥajja wal ‘umrata wa aḥramtu bihimā lillāhi Ta’ālā.

Artinya: “Aku niat melaksanakan haji sekaligus umrah dan berihram karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Wamenhaj Ajak Petugas Haji Layani Jamaah dengan Ketulusan Hati dan Profesional

Setelah berniat ihram, selanjutnya para ulama menganjurkan untuk membaca doa agar ibadah dimudahkan, diterima, dan dijauhkan dari niat yang tidak ikhlas.

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan:

Doa Ihram Imam Al-Ghazali

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali (wafat 505 H) dalam karya monumentalnya menyebutkan doa yang dianjurkan agar dibaca oleh jamaah haji dan umroh setelah selesai melaksanakan ihram. Doa ini berisi permohonan kemudahan, kekuatan, dan penerimaan amal selama menjalani manasik haji.

Berikut lafaz doa lengkap yang dimaksud:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُرِيدُ الْحَجَّ فَيَسِّرْهُ لِي، وَأَعِنِّي عَلَى أَدَاءِ فَرْضِهِ، وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي. اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ أَدَاءَ فَرِيضَتِكَ فِي الْحَجِّ، فَاجْعَلْنِي مِنَ الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لَكَ، وَآمَنُوا بِوَعْدِكَ، وَاتَّبَعُوا أَمْرَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَفْدِكَ الَّذِينَ رَضِيتَ عَنْهُمْ وَارْتَضَيْتَ وَقَبِلْتَ مِنْهُمْ. اللَّهُمَّ فَيَسِّرْ لِي أَدَاءَ مَا نَوَيْتُ مِنَ الْحَجِّ. اللَّهُمَّ قَدْ أَحْرَمَ لَكَ لَحْمِي وَشَعْرِي وَدَمِي وَعَصَبِي وَمُخِّي وَعِظَامِي، وَحَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي النِّسَاءَ وَالطِّيبَ وَلُبْسَ الْمَخِيطِ، ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ وَالدَّارِ الْآخِرَةِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku hendak menunaikan Haji, maka mudahkanlah ia bagiku, bantulah aku untuk menunaikan kewajibannya, dan terimalah dariku. Ya Allah, sesungguhnya aku berniat menunaikan kewajiban-Mu dalam ibadah haji, maka jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memenuhi panggilan-Mu, beriman kepada janji-Mu, dan mengikuti perintah-Mu. Jadikanlah aku termasuk tamu-tamu-Mu yang Engkau ridhai, Engkau pilih, dan Engkau terima amal mereka. Ya Allah, mudahkanlah bagiku menunaikan haji yang telah aku niatkan. Ya Allah, sungguh aku berihram untuk-Mu dengan dagingku, rambutku, darahku, urat sarafku, sumsumnya, dan tulang-belulangku. Aku haramkan atas diriku perempuan, wewangian, dan pakaian berjahit demi mengharap wajah-Mu serta negeri akhirat.” (Ihya’ ‘Ulumiddin [Beirut: Dar al-Ma’rifah], vol. 1, h. 249)

Baca juga: Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia akan Tiba di Madinah 22 April

Doa Ihram Syekh Abdurrauf Al-Munawi

Syekh Abdurrauf al-Munawi (wafat 1031 H) juga menganjurkan doa agar ibadah haji dijauhkan dari sifat riya’ (pamer) dan sum’ah (mencari popularitas). Lantaran, keduanya termasuk perbuatan yang dapat menghapus pahala amal. Doa ini sangat penting sebab keikhlasan menjadi kunci diterimanya seluruh amal ibadah.

Berikut lafaz lengkapnya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حَجَّةً مَبْرُورَةً، اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَجَّةً لَا رِيَاءَ فِيهَا وَلَا سُمْعَةَ، بَلْ تَكُونُ خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ، مُقَرِّبَةً إِلَى حَضْرَةِ مَجْدِكَ الْعَظِيمِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu Haji yang mabrur. Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang tidak ada riya’ di dalamnya dan tidak pula sum‘ah, tetapi murni ikhlas karena wajah-Mu yang mulia serta menjadi sarana mendekat kepada hadirat kemuliaan-Mu yang agung.” (Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ ash-Shagir [Mesir: Al-Maktabah at-Tijariyyah al-Kubra], vol. 2, h. 144)

Doa Ihram Syekh Ahmad Salamah Al-Qalyubi

Sementara itu, Syekh Ahmad Salamah al-Qalyubi (wafat 1069 H) dalam anotasinya menganjurkan untuk membaca doa singkat yang menggambarkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dalam menjalankan ibadah.

Berikut lafaz doa yang dimaksud:

اللَّهُمَّ أُحْرِمُ لَك شَعْرِي وَبَشَرِي وَلَحْمِي وَدَمِي

Artinya: “Ya Allah, aku berihram untuk-Mu dengan rambutku, kulitku, dagingku, dan darahku.” (Hasyiyah al-Qalyubi wa Umairah [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 2, h. 124)

Dengan niat yang benar, hati yang ikhlas, dan doa yang tulus, pelaksanaan ibadah haji maupun umroh akan menjadi perjalanan ruhani yang penuh makna menuju ridha Allah SWT. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.