Niat Ihram Haji dan Umroh Disertai Doa Lengkap dengan Artinya
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Niat menempati posisi yang sangat penting dalam setiap ibadah. Baik shalat, puasa, zakat, maupun ibadah haji dan umroh, niat berfungsi membedakan satu amalan dengan amalan lainnya.
Oleh karena itu, calon jamaah haji dan
umroh perlu memahami niat ihram dengan benar. Tidak lain karena hal ini menjadi
pintu masuk pelaksanaan ibadah tersebut.
Dalam fiqih, niat haji dan umroh kerap
disebut dengan istilah ihram. Syekh Dr. Mustafa al-Khin (wafat 1429 H) dalam
kitabnya menjelaskan bahwa ihram adalah niat memasuki rangkaian ibadah haji,
umroh, atau keduanya sekaligus, beserta amalan dan adab yang mengikutinya.
Dengan kata lain, ihram bukan sekadar
mengenakan pakaian khusus, tetapi dimulai dari niat untuk masuk ke dalam
manasik ibadah tersebut.
الْإِحْرَامُ هُوَ نِيَّةُ الدُّخُولِ
فِي نُسُكِ الْحَجِّ أَوِ الْعُمْرَةِ أَوْ نُسُكِهِمَا مَعًا، مَعَ مَا
يَتْبَعُهُ مِنَ الْأَعْمَالِ وَالْآدَابِ الْمُتَمِّمَةِ
“Ihram adalah niat untuk memasuki rangkaian ibadah Haji atau Umrah, atau keduanya sekaligus, beserta segala amalan dan adab penyempurna yang mengikutinya.” (Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab Imam asy-Syafi’i [Damaskus: Dar al-Qalam], vol. 2, h. 131)
Baca juga: Musim Haji 2026 Mulai: Pemeliharaan Ka’bah Rampung, Jamaah Haji Perdana Tiba di Jeddah
Imam an-Nawawi (wafat 676 H) menerangkan
bahwa orang yang hendak berihram dianjurkan meneguhkan niat di dalam hati,
melafazkannya dengan lisan, lalu membaca talbiyah. Inilah bentuk pelaksanaan
yang paling sempurna.