Belajar Agama Melalui Algoritma Pasti Menyesatkan, Berikut Penjelasannya
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi mengingatkan umat mengenai bahayanya belajar agama melalui algoritma. Kiai Masduki menilai belajar agama melalui algoritma sudah pasti menyesatkan.
Kiai Masduki menjelaskan algoritma memiliki sisi gelap yang harus diwaspadai karena ada fenomena bias echo chamber yang oleh penerima informasi tidak dilakukan crosschek dan ballance terhadap informasi.
Echo Chamber atau ruang gema yaitu fenomena ketika seseorang hanya terpapar informasi atau pandangan yang sesuai dengan keyakinan dan pandangan mereka sendiri.
Kondisi ini, kata dia, dapat memperkuat bias pribadi, membatasi sudut pandang, dan menyulitkan individu untuk
mempertimbangkan perspektif yang berlawanan, terutama di era digital yang dipengaruhi algoritma media sosial.
"Tidak kalah penting, ada fenomena algoritma religius. Jadi orang beragama hanya mengandalkan gerak algoritma di dalam internet, Google, ChatGPT atau apapun," kata Kiai Masduki usai Forum Group Discussion (FGD) Ketahanan Digital di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025) lalu.