Apa Saja yang Membatalkan Wudhu? Ini 5 Penyebabnya Menurut Mazhab Syafi'i
Admin
Penulis
Foto: Meta AI
JAKARTA, MUI.OR.ID— Wudhu adalah kunci sahnya shalat. Seorang Muslim tidak dapat menghadap Allah SWT dalam keadaan tidak suci. Karena itu, menjaga wudhu sama pentingnya dengan melaksanakannya.
Namun, sering kali wudhu yang telah diambil menjadi batal tanpa disadari karena adanya hal-hal tertentu.
Dalam kitab yang ditulis beberapa pakar antara lain Dr Musthafa al-Khan, Dr Musthafa al-Bagha, dan Ali al-Syarbaji berjudul al-Fiqh al-Manhaji ‘Ala Madzhab al-Imam al-Syafii, dijelaskan secara rinci hal-hal yang membatalkan wudhu, agar seorang muslim lebih berhati-hati dalam menjaga kesucian diri sebelum beribadah. Berikut ini penjelasannya:
1. Sesuatu yang keluar dari qubul atau dubur
Hal pertama yang membatalkan wudhu adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan, baik dari qubul (kemaluan depan) maupun dubur (kemaluan belakang). Yang dimaksud di sini adalah segala macam keluaran, baik cairan seperti air kencing, madzi, wadi, darah, nanah, benda padat seperti kotoran atau batu ginjal, hingga gas seperti kentut. Semua ini, baik sedikit maupun banyak, suci maupun najis, tetap dihukumi membatalkan wudhu.
كل ما خرج من أحد السبيلين من بول أو غائط أو دم أو ريح: قال تعالى: (لو جاء أحد منكم الغائط) [النساء: 42] . أي مكان قضاء الحاجة، وقد قضى حاجته من تبرز أو تبول. والغائط هو المكان المنخفض، وفي مثله تقضى الحاجة من تبرز أو تبول. والغائط هو المكان المنخفض، وفي مثله نقضى الحاجة غالباً وعادة