5 Peristiwa Penting pada Sya’ban, Termasuk Peralihan Arah Kiblat
Admin
Penulis
Foto: freepik
Jakarta, MUI Digital — Usai berlalu Rajab, kini kita memasuki Sya’ban. Kehadiran bulan Sya’ban menjadi pertanda bahwa Ramadhan sudah semakin dekat. Bulan ini berfungsi sebagai penghubung spiritual yang mengantarkan umat Islam dari Rajab menuju puncak pengabdian dan ibadah pada Ramadhan.
Dalam catatan sejarah Islam, Sya’ban tidak hanya dipahami sebagai bulan transisi, tetapi juga sebagai bulan yang menyimpan berbagai keutamaan dan peristiwa penting yang penuh dengan makna spiritual.
Namun, karena letaknya berada di antara dua bulan yang sangat dimuliakan, yaitu Rajab dan Ramadhan, keutamaan Sya’ban sering kali terabaikan dan kurang mendapat perhatian dari banyak kalangan Muslim. Padahal, Rasulullah SAW dengan jelas menegaskan kemuliaan bulan ini melalui sabda beliau:
ذَاكَ شَهْرٌ تَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilupakan manusia karena terletak di antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR An-Nasai)