Lewati ke konten utama
Senin, 6 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Respons Rencana Kunjungan PM India, MUI Saran Sentil Persoalan Diskriminasi Umat Muslim

3 menit baca 328 dibaca
Sudarnoto
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Pro Sudarnoto Abdul Hakim. Foto: Junaidi/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyambut baik rencana kunjungan balasan Perdana Menteri (PM) India ke Indonesia dalam waktu dekat. 

Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara sekaligus mendorong penyelesaian berbagai isu kemanusiaan dan kebebasan beragama.

Prof Sudarnoto menyampaikan apresiasi atas kunjungan balasan tersebut setelah sebelumnya Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kenegaraan ke India.

"Kami mengapresiasi kunjungan balasan Perdana Menteri India ke Indonesia. Pertemuan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan," ujar dia kepada MUI Digital, di Jakarta, Jumat (3/7/2026). 

Dia mengatakan, pertemuan antara pemimpin Indonesia dan India semestinya tidak hanya berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi maupun kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian kawasan dan dunia.

"Indonesia dan India merupakan dua negara besar yang memiliki pengaruh penting di kawasan. Karena itu, kedua negara harus mampu memberikan sumbangan nyata bagi terciptanya ketenteraman, keamanan, perdamaian, serta kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat internasional," katanya.

Baca juga: Menteri Agama Soal Desakan MUI Pidanakan LGBT: Saya Mau Baca Dulu Aturannya

Prof Sudarnoto berharap salah satu agenda penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penguatan komitmen terhadap toleransi dan kebebasan beragama sebagai fondasi demokrasi yang sehat.

"Saya berharap kedua pemimpin juga memberikan perhatian serius terhadap penguatan prinsip-prinsip toleransi kehidupan beragama,” kata dia.  

Dia mengatakan, demokrasi yang kuat tidak akan tumbuh tanpa penghormatan terhadap kebebasan beragama dan perlindungan terhadap hak-hak setiap warga negara," ujarnya.

Baca juga: DPR Ingatkan Aktivis LGBT: Anak Itu Subjek Hukum, Jangan Dijadikan Alat Propaganda!

Menurut Prof Sudarnoto, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi sebagian umat Islam sebagai kelompok minoritas di India yang masih menghadapi berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan.

Dia mengatakan, iIsu yang sangat sensitif adalah keberadaan minoritas Muslim di India. Sampai hari ini masih terdapat berbagai laporan mengenai praktik diskriminasi, tindakan kekerasan, hingga vandalisme yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Hindu ekstrem terhadap umat Islam. 

Dia menambahkan, berbagai laporan internasional, termasuk dari Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), turut menyoroti adanya praktik intoleransi yang dilakukan kelompok-kelompok ekstrem tersebut.

Kelompok-kelompok ekstrem inilah yang sering menjadi penggerak Islamofobia, sentimen anti-Islam, dan berbagai tindakan yang mengancam keberadaan umat Islam. 

Baca juga: Tolak Legalisasi ala Barat, Ketum MUI KH Anwar Iskandar: Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT

“Situasi seperti ini tentu membutuhkan perhatian serius dari pemerintah India," ujar dia. 

Prof Sudarnoto berharap pertemuan antara Presiden RI dan Perdana Menteri India dapat menghasilkan komitmen yang konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap kebebasan beragama bagi seluruh warga negara India, termasuk umat Islam.

Dirinya sungguh berharap pertemuan kedua pemimpin menghasilkan kesepakatan yang mendorong pemerintah India memberikan perlindungan yang sama terhadap hak-hak beragama umat Islam sebagaimana hak yang dinikmati oleh warga negara lainnya. 

Baca juga: MUI dan Wacana Mempidanakan LGBTQ: Ikhtiar Menjaga Kemaslahatan dan Mandat Pancasila

“Tidak boleh ada lagi diskriminasi, apalagi praktik anti-Islam dan antiumat Islam," kata dia menegaskan.

Selain itu, dia juga mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan India di bidang keagamaan melalui dialog antarumat beragama yang melibatkan para tokoh Islam dan Hindu dari kedua negara.

Menurut dia, kerja sama Indonesia dan India di bidang keagamaan sangat penting untuk terus dikembangkan.

Pertemuan para tokoh Islam dan Hindu dapat menjadi ruang dialog yang produktif dalam memperkuat kerukunan umat beragama, membangun nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus berkontribusi bagi perdamaian dunia.