Peringatan Tahun Baru Islam Komisi Dakwah MUI Turut Semarakkan Pra Kongres KUII VIII
Jakarta, MUI Digital – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Majelis Rasulullah, Masjid Istiqlal dan INews TV menyelenggarakan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah yang dirangkaikan dengan Semarak Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Sabtu (4/7/2026), di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Mengangkat tema "Merawat Iman, Menjaga Umat, Membangun Bangsa", kegiatan ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah serta menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan ulama terkemuka.
Di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar, serta mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj.
Acara juga diisi oleh Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, yaitu Habib Nabiel Al-Musawa dan Ustadz Azhari Nasution, yang menyampaikan tausiah tentang penguatan iman dan persatuan umat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Komisi Dakwah MUI dalam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperkokoh nilai-nilai keislaman, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus membangun semangat kolektif umat menjelang pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII.
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Abdul Manan Ghani, menegaskan bahwa Tahun Baru Hijriyah tidak boleh dipandang hanya sebagai pergantian kalender, tetapi harus menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Baca juga: Ketua MUI Prof Sudarnoto: KUII VIII Siapkan Peta Jalan Geopolitik Umat 2026–2030
"Peringatan Muharram menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat iman, memperkokoh ukhuwah, dan meningkatkan peran dakwah dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Dakwah harus hadir untuk menjaga persatuan umat sekaligus memperkuat kontribusi umat Islam bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Menurutnya, tema "Merawat Iman, Menjaga Umat, Membangun Bangsa" menggambarkan hubungan yang tidak terpisahkan antara kekuatan spiritual, ketahanan sosial umat, dan kemajuan bangsa. Bangsa yang kuat hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang memiliki keimanan, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.
Senada dengan itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr KH Arif Fachruddin, menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan umat Islam dewasa ini.
"Iman yang terawat akan melahirkan pribadi yang kokoh dan masyarakat yang tangguh. Ketika umat mampu menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan, mereka akan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan peradaban," jelasnya.
Baca juga: Waketum MUI Kiai Marsudi Paparkan KUII dan Penghargaan Tokoh Muslim Dunia ke Menteri Agama
Dia menambahkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga memerlukan fondasi moral dan karakter yang kuat.
Karena itu, penguatan nilai-nilai keagamaan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan bangsa.
Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Saeful Bahri, mengajak umat Islam menjadikan datangnya Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum muhasabah, memperbaiki diri, dan memperkuat tekad untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
"Semangat hijrah mengajarkan kita untuk tidak berhenti melakukan perbaikan. Tahun Baru Islam harus menumbuhkan kesadaran kolektif umat untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kualitas iman, memperkuat ukhuwah, serta membangun peradaban Islam yang lebih maju," tuturnya.
Dia juga menekankan bahwa penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII harus menjadi momentum konsolidasi kekuatan umat Islam Indonesia.
Menurutnya, organisasi-organisasi kemasyarakatan Islam memiliki potensi yang sangat besar, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, maupun pengembangan sumber daya manusia. Seluruh potensi tersebut perlu disinergikan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa.
"KUII VIII diharapkan menjadi ruang konsolidasi seluruh elemen umat Islam. Sudah saatnya berbagai aset dan potensi yang dimiliki ormas-ormas Islam dikelola secara sinergis untuk memperkuat kemandirian umat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia dan kejayaan peradaban Islam," tegasnya.
Baca juga: Media Visit ke CNN Indonesia, Ketua SC KUII VIII Sebut Presiden Bakal Buka Kongres
Melalui penyelenggaraan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah yang dirangkaikan dengan semarak Pra-KUII VIII ini, Komisi Dakwah MUI berharap lahir semangat hijrah yang tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi terwujud dalam peningkatan kualitas iman, penguatan ukhuwah, pengembangan dakwah yang mencerahkan, serta kolaborasi seluruh elemen umat dalam membangun Indonesia yang maju, berkeadaban, dan diridhai Allah SWT.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa dakwah Islam tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual, tetapi juga diarahkan untuk membangun peradaban, memperkokoh persatuan umat, dan meningkatkan kontribusi umat Islam dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.