Lewati ke konten utama
Selasa, 8 September 2026 / 26 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Prancis Bantah Tuduhan Niger Soal Dalang Pemberontakan Militer

2 menit baca 93 dibaca
Prancis - Photo by Anmol Ramanujam on Unsplash
Bendera Prancis ilustrasi- Photo by Anmol Ramanujam on Unsplash
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital — Pemerintah Militer Niger menuduh Prancis berada di balik pemberontakan militer yang mengguncang ibu kota Niamey pada 29 Agustus 2026 lalu.

Tuduhan tersebut muncul setelah sekelompok tentara menyerang Base 101, fasilitas militer yang berada di kompleks Bandara Internasional Niamey, sebelum bentrokan meluas ke sejumlah lokasi sensitif, termasuk sekitar istana kepresidenan.

Pemberontakan akhirnya berhasil dipadamkan setelah pasukan Niger, dengan bantuan kelompok paramiliter Rusia Africa Corps, mengambil kembali kendali pangkalan. 

Media pemerintah Niger menyebut ratusan tentara terlibat dalam pemberontakan tersebut, sementara puluhan orang dilaporkan tewas atau ditangkap.

Pemerintah Niger kemudian menuduh Prancis dan sejumlah negara Afrika Barat sebagai pihak yang mendukung gerakan tersebut. Namun, Prancis dengan tegas membantah keterlibatan dalam pemberontakan itu.

Juru bicara Pemerintah Niger, Soumana Boubacar mengatakan pemberontakan tersebut merupakan bagian dari jaringan yang melibatkan pihak asing. Ia menuding Prancis sebagai pihak yang berada di balik upaya tersebut.

“Operasi ini, dengan dampak internasionalnya, dihasut dan dipertahankan oleh jaringan kolusi yang luas yang dipimpin oleh rezim Prancis pimpinan Emmanuel Macron,” ujar Soumana sebagaimana dikutip langsung Aljazeera, Selasa (8/9/2026).

Baca juga: Tentara Israel Terekam Bermain Bola di Rumah Warga Palestina yang Diusir Pemukim

Tuduhan itu langsung dibantah Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot. Ia menyebut Prancis tidak memiliki niat maupun sarana untuk menggerakkan pemberontakan tersebut.

“Tidak pernah ada niat, maupun sarana yang dimiliki Prancis untuk melakukan hal tersebut,” tegas Jean-Noël Barrot.

Baca juga: AS Tolak Usulan Israel untuk Mengusir Warga Palestina dari Gaza

Ketegangan ini merupakan kelanjutan memburuknya hubungan kedua negara sejak Jenderal Abdourahamane Tchiani mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 2023.

Niger kemudian meminta pasukan Prancis meninggalkan negaranya dan beralih memperkuat hubungan keamanan dengan Rusia.

Dalam pemberontakan terbaru, Africa Corps Rusia turut membantu pemerintah Niger merebut kembali pangkalan militer.