MUI: Peran Garda Terdepan Jaga Akhlak Bangsa Ada di Pundak Pesantren
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Pesantren memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga akhlak bangsa di tengah perubahan zaman dan perkembangan digitalisasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Chaerul Shaleh Rasyid, saat memberikan sambutan secara daring melalui Zoom Meeting pada kegiatan Short Course Kurikulum Pesantren yang digelar Komisi Pesantren MUI di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, kurikulum pesantren harus tetap kokoh menjaga nilai dan tradisi pesantren, namun juga mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.
“Pesantren menjadi garda terdepan dalam menjaga akhlak generasi bangsa. Karena zaman terus berubah, maka kurikulum pesantren harus tetap kokoh pada nilai, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Dia mengatakan era digital dan perkembangan teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pesantren dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih adaptif.
Baca juga: Inovasi dan Digitilasi Kunci Adaptasi Pesantren di Era Digital
“Di situasi digitalisasi hari ini, tentu ini menjadi bagian yang harus kita integrasikan dalam pengembangan kurikulum pesantren,” katanya.
Kiai Chaerul menilai kegiatan short course tersebut menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas bersama dalam merancang kurikulum pesantren yang relevan dan tetap berakar pada nilai tradisi pesantren.
“Kegiatan ini menjadi upaya menyamakan langkah dan memperkuat kapasitas kita bersama dalam merancang kurikulum yang relevan dan tetap bertumpu pada akar nilai tradisi pesantren,” ungkapnya.
Dia juga mengajak para pengelola pesantren, akademisi, dan peserta yang hadir untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar bersama sekaligus memperkuat jejaring antarpesantren.
Baca juga: Short Course Kurikulum Pesantren Angkat Isu Kesiapan Ponpes di Era Disrupsi
Menurutnya, pesantren harus terus hadir memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan moral yang dihadapi masyarakat saat ini.
Selain itu, Kiai Chaerul berharap hasil pembahasan dalam short course tersebut nantinya dapat menjadi rekomendasi strategis dalam pengembangan pendidikan pesantren di Indonesia.
“Kita ingin hasil short course ini bisa melahirkan rekomendasi yang jelas dan dapat diterapkan untuk pengembangan pesantren ke depan,” kata dia.