Menhaj Lepas Kloter UPG 7 di Bandara Jeddah, Apresiasi Kedisiplinan Jamaah Sulawesi Selatan
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan jurnalis MUI Digital, dari Jeddah, Arab Saudi
Jeddah, MUI Digital — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melepas kepulangan jamaah haji Kloter UPG 7 asal Sulawesi Selatan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj mengapresiasi kedisiplinan jamaah yang dinilai tertib sejak keberangkatan hingga proses pemulangan ke Tanah Air.
“Saya lihat jamaah dari Sulawesi Selatan, Alhamdulillah mereka tertib, disiplin, berangkat pulang utuh, tidak ada yang tertinggal. Ini luar biasa, menunjukkan bahwa mereka memang disiplin dan tertib,” ujar Menhaj.
Menurut Menhaj, karakter disiplin yang ditunjukkan jamaah Sulawesi Selatan menjadi contoh positif dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Ia juga menyinggung tradisi berpakaian yang menjadi ciri khas sebagian jamaah Sulsel. “Memang ini salah satu ciri khas dari jamaah Sulawesi Selatan dan ini adalah tradisi. Yang penting tidak keluar dari syariah, tidak masalah. Justru jadi hiburan tersendiri,” katanya.
Menhaj mengungkapkan bahwa hingga Jumat, sebanyak 78 kelompok terbang (kloter) atau sekitar 30.500 jamaah telah diberangkatkan kembali ke Indonesia.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari total jamaah haji Indonesia tahun ini. Terkait sejumlah keterlambatan penerbangan yang terjadi sehari sebelumnya, Menhaj menegaskan pihaknya telah memberikan teguran kepada dua maskapai yang melayani proses pemulangan jamaah.
“Kemarin memang kita tegur penerbangan karena beberapa terjadi delay. Alhamdulillah hari ini sudah kembali membaik. Tapi kita ingatkan lagi kepada kedua penerbangan ini untuk tidak terulang lagi keterlambatan itu,” tegasnya.
Menurut Menhaj, alasan keterlambatan yang disampaikan pihak maskapai adalah tingginya kepadatan aktivitas di bandara.
Baca juga: Tak Hanya Palestina, Ini Daftar Negara Penerima Daging Dam Haji dari Adahi
Namun, ia menilai kondisi tersebut seharusnya sudah dapat diantisipasi sejak awal agar tidak mengganggu kenyamanan jamaah.
Persiapan Gelombang Kedua di Madinah Siap Selain memantau proses pemulangan, Menhaj juga memastikan kesiapan pelayanan bagi jamaah gelombang kedua yang akan bergerak dari Makkah menuju Madinah.
Ia mengaku baru saja melakukan pengecekan langsung ke Madinah untuk meninjau kesiapan hotel dan layanan konsumsi bagi jamaah.
“Saya kemarin dari Madinah, baru sampai tadi siang. Kita lihat persiapan dapur, kita lihat persiapan hotel, dan semuanya Alhamdulillah sudah ready. Bahkan Madinah itu lebih baik hotel-hotelnya dibandingkan Makkah, bahkan ada yang bintang empat dan lima. Jadi Alhamdulillah semuanya siap,” ujarnya.
Baca juga: Kemenhaj Saudi Apresiasi Haji Indonesia dan Tawarkan Tanazul Mina hingga 50 Persen
Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menyoroti kondisi kesehatan jamaah pascapuncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ia menyampaikan bahwa secara umum angka kematian jamaah tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, dalam tiga hari terakhir terjadi peningkatan jumlah jamaah yang wafat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Menurut Menhaj, kondisi tersebut sebagian besar dipicu oleh kelelahan akibat aktivitas berlebihan setelah rangkaian puncak haji.
“Ini sebagian besar karena banyak jamaah yang agak memaksakan diri. Kita sudah imbau, setelah Armuzna istirahat dulu, jangan banyak keluar dulu untuk memulihkan tenaga,” katanya.
Menhaj menjelaskan, sejumlah jamaah masih mengikuti berbagai aktivitas tambahan seperti city tour hingga perjalanan ke luar kota.
Aktivitas tersebut berpotensi menguras stamina, terutama bagi jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
“Kelelahan, dan memang sebagian juga ada bawaan dari rumah, dari Indonesia, di mana komorbidnya ada dan muncul di sini karena kelelahan itu,” tutur dia.