Mengapa Harta Bisa Menjadi Penting Menurut Islam? Simak Penjelasan Berikut
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis menjelaskan mengapa dalam Islam harta menjadi penting. Hal ini tidak terlepas dari filosofi bahwa manusia adalah makhluk ekonomi.
Menurutnya, tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa kebutuhan mengkonsumsi, memproduksi, dan mendistribusi.
Sementara kebutuhan itu dibutuhkan sikap saling membutuhkan dan keterpautan kemampuan seseorang dengan yang lain, sehingga menciptakan ketergantungan antara sesama sebagai ciri manusia sebagai makhluk sosial.
"Kebutuhan manusia untuk mengkonsumsi niscaya memerlukan harta. Harta pada dasarnya sesuatu yang baik. Namun sikap seseorang untuk memperoleh dan menggunakan harta yang menyebabkan harta bisa berubah menjadi terpuji atau tercela," kata Kiai Cholil Nafis, di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Kiai Cholil menjelaskan, harta terpuji adalah harta yang diperoleh dengan cara halal dan dipergunakan untuk kebaikan dan didermakan. Sedangkan harta tercela adalah harta yang diperoleh dengan cara tidak benar dan digunakan untuk kemaksiatan atau untuk menumpuk kekayaan.
"Harta bukan segalanya, melainkan segalanya membutuhkan harta. Maka Islam memandang harta adalah sesuatu yang penting," tegasnya.
Baca juga: Mendorong Ekonomi Syariah Sebagai Arus Utama Ekonomi Nasional
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini mengungkapkan sebagian besar pelaksanaan syariah membutuhkan harta seperti zakat, haji, jihad, maupun yang lainnya.