Lewati ke konten utama
Kamis, 16 Juli 2026 / 1 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

LSBPI MUI akan Gelar Maestro Summit dan Rakornas Seniman Muslim se-Indonesia

3 menit baca 156 dibaca
Habiburrahman
Ketua LSPBI MUI, Habiburrahman El Shirazy. Foto: Fitri/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital -- Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Maestro Summit, Musyawarah Tokoh Seniman dan Budayawan Muslim se-Indonesia, serta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LSBPI MUI pada 18–19 Juli 2026 di Pesantren Modern Daarul Qolam, Gintung, Banten. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pra-Kongres Umat Islam Indonesia.

Ketua Bidang Kebudayaan MUI sekaligus Ketua Pelaksana LSBPI MUI, Habiburrahman El Shirazy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program prioritas LSBPI pada bulan ini yang bertujuan mempertemukan para seniman, budayawan, dan maestro dari berbagai daerah di Indonesia.

"Acara ini akan kita kemas menjadi bagian dari pra-Kongres Umat Islam Indonesia. Tidak hanya musyawarah tokoh, tetapi juga menjadi bagian dari Rakornas LSBPI MUI se-Indonesia dan Maestro Summit, yaitu pertemuan para maestro, seniman, dan budayawan," ujarnya, kepada MUI Digital di Jakarta, Kamis (16/7/2026). 

Baca juga: Multaqa Seniman Muslim dan Sayembara Cerpen Islami Asia Tenggara Program Prioritas LSBPI MUI

Selain musyawarah dan Rakornas, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema sejarah umat Islam Indonesia, forum dialog "Santri Bertanya, Ulama Menjawab", serta berbagai forum diskusi kebudayaan.

Habiburrahman mengungkapkan sejumlah tokoh seni dan sastra nasional telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Di antaranya sastrawan Ahmad Tohari, Helvy Tiana Rosa, Oki Setiana Dewi, Fikar W. Eda dari Aceh, serta sejumlah maestro kaligrafi dan seniman dari berbagai daerah.

Menurut novelis yang akrab disapa Kang Abik itu, seni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia karena menjadi media untuk mengekspresikan keindahan.

"Seni itu adalah ekspresi tentang keindahan. Ketika seseorang merasakan keindahan lalu diekspresikan, itulah seni. Seni tidak mungkin vakum dari kehidupan manusia, selalu ada dan terus berkembang mengikuti zamannya," katanya.

Baca juga: Raker LSBPI MUI Tetapkan Program Prioritas 2025-2030

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seni memiliki dua sisi. Seni dapat menjadi sarana membangun karakter dan peradaban, tetapi juga dapat menjadi media yang merusak apabila digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan moral dan ajaran agama.

"Seni yang baik akan membangun jiwa dan membangun pikiran. Tapi seni juga bisa merusak ketika yang ditampilkan adalah hal-hal yang buruk dan mempropagandakan keburukan," tegasnya.

Kepada generasi muda yang berkecimpung di dunia seni, Habiburrahman berpesan agar terus mengembangkan kreativitas tanpa mengabaikan nilai-nilai agama, moral, dan kesopanan.

"Terus kembangkan kreativitas kalian dan lahirkan karya seni yang indah. Tapi jangan lupa perhatikan nilai-nilai. Jangan sampai seni yang kalian hadirkan bertentangan dengan nilai-nilai kesopanan, moral, maupun ajaran agama. Jadikan seni sebagai wasilah untuk menyampaikan kebaikan, kebenaran, dan bagi umat Islam menjadi media dakwah," pesannya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Rakornas dan Maestro Summit juga akan membahas arah kebudayaan Indonesia ke depan agar mampu melahirkan karya-karya yang membangun peradaban. Selain itu, forum tersebut juga akan membahas berbagai tantangan kebudayaan, termasuk strategi dakwah melalui seni dan budaya serta isu-isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

"Kita mengharapkan ke depan budaya kita adalah kebudayaan yang membangun umat, bukan kebudayaan yang merusak. Strategi dakwah melalui seni dan budaya juga akan menjadi bagian yang kita musyawarahkan dalam Maestro Summit LSBPI MUI," katanya.