Lewati ke konten utama
Jumat, 18 September 2026 / 6 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
1000575693
Berita

LPBKI MUI Pastikan Buku dan Konten Hasil Tashih Aman Bagi Akidah Umat

LPBKI MUI Pastikan Buku dan Konten Hasil Tashih Aman Bagi Akidah Umat

/ 6 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 103 dibaca

Jakarta, MUI Digital--Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI MUI) memastikan seluruh literatur cetak maupun konten digital yang telah lulus proses pentashihan dijamin aman dari penyimpangan akidah. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua MUI Bidang Kajian, Prof Utang Ranuwijaya, dalam agenda Standardisasi Pentasihihan Buku dan Konten Ke-Islaman yang digelar di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Prof Utang menyampaikan bahwa keberadaan LPBKI MUI merupakan langkah konkret dalam menjaga kemurnian ajaran Islam di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, proses pentashihan tidak hanya sekadar memeriksa teks, tetapi meneliti secara mendalam seluruh aspek redaksi, isi, hingga ilustrasi visual agar tidak menyalahi syariat dan akhlak agama.

​"Poin yang paling penting adalah LPBKI sudah bekerja melakukan koreksi dan penyaringan ketat. Insya Allah, buku dan konten Keislaman yang telah lolos pentashihan LPBKI dijamin aman dari penyimpangan akidah serta memberikan manfaat yang nyata bagi umat," ujar Prof Utang.

Dalam menjalankan tugasnya, LPBKI MUI menggunakan 10 kriteria aliran sesat yang ditetapkan MUI sebagai parameter utama. Penilaian ini berlaku mutlak untuk naskah buku maupun konten keagamaan di media sosial. Pengawasan ketat juga diterapkan pada ilustrasi visual, seperti komik Islami, untuk memastikan tidak ada penggambaran yang vulgar atau merusak etika agama.

​Sebagai penanda resmi, setiap karya yang telah diperiksa dan dinyatakan layak dipasarkan akan diberikan label khusus dari LPBKI MUI. Label ini menjadi panduan tepercaya bagi masyarakat dalam memilih bacaan maupun tontonan keagamaan yang sahih.

Prof Utang juga mengimbau para penerbit dan pembuat konten untuk aktif mendatangkan jasam pentashihan LPBKI sebelum meluncurkan produknya ke publik. Hal ini dinilai sangat krusial agar karya yang sampai di tangan masyarakat tidak menimbulkan kegaduhan atau menyesatkan pemahaman keagamaan.

​"Kami dari pimpinan MUI terus mendorong agar LPBKI bekerja semakin aktif dan responsif. Target utama kita adalah memastikan seluruh literatur dan konten Keislaman yang beredar di masyarakat betul-betul menjadi tontonan dan tuntunan yang menyelamatkan dunia hingga akhirat," ujarnya.

https://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: