Lewati ke konten utama
Minggu, 12 Juli 2026 / 26 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Lebarkan Sayap Diplomasi "People-to-People", MUI Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kampus Ternama Tiongkok Selatan

3 menit baca 79 dibaca
63447c62-1639-4dd5-8cf4-904ef259d66b
Bagikan:

GUANGZHOU, TIONGKOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memperkuat langkah strategisnya dalam memperluas jejaring jaminan produk halal global serta mempromosikan nilai-nilai Islam Wasathiyah (moderat) melalui pendekatan diplomasi budaya (culture-to-culture diplomacy) di kancah internasional. 

Komitmen ini ditegaskan Ketua MUI Bidang Infokomdigi, KH Masduki Baidlowi, saat memimpin delegasi MUI dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS) di Guangzhou, Tiongkok, pada Sabtu (11/7/2026).

Dalam pidato utamanya yang sarat makna strategis bagi misi MUI, KH Masduki Baidlowi menekankan pentingnya membangun hubungan bilateral yang melampaui sekadar urusan kenegaraan.

“Melalui kunjungan ke universitas ini, kita ingin melangkah lebih jauh. Mari kita jadikan wahana untuk memperkuat hubungan kedua negara. Tidak saja hubungan diplomasi state to state, tetapi kita lebih memperkuat lagi diplomasi masyarakat dengan masyarakat (people-to-people diplomacy) serta diplomasi budaya (culture-to-culture diplomacy),” ujar KH Masduki Baidlowi di hadapan para akademisi Tiongkok.


Sebagai lembaga yang menjadi payung umat Islam Indonesia, KH Masduki memaparkan posisi sentral MUI dalam menjaga keutuhan bangsa yang majemuk. 

"Di sinilah peran penting Majelis Ulama Indonesia bertindak sebagai 'tenda besar' atau payung yang menaungi seluruh ormas Islam dan umat Islam secara keseluruhan. Di dalam tenda besar MUI, kami menyatukan visi, merawat moderasi, dan bersama-sama menjaga agar Indonesia tetap aman, damai, dan harmonis," tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua MUI menilai kampus yang unggul seperti GDUFS memiliki posisi krusial untuk melahirkan Generasi Z yang tidak hanya pandai membaca angka perdagangan, tetapi juga memahami jiwa, kebudayaan, dan karakter negara mitra seperti Indonesia. 

Pemahaman lintas budaya ini dinilai mutlak diperlukan untuk membangun ekosistem kerja sama ekonomi yang adil dan menguntungkan, terutama dalam pengembangan industri halal. Ia secara khusus mengapresiasi respons positif pemerintah Tiongkok terhadap regulasi halal Indonesia, yang dibuktikan dengan telah masuknya lebih dari 5.000 produk industri asal Tiongkok yang berlabel halal ke Tanah Air.


Pertemuan yang berlangsung hangat pada pukul 14.00 hingga 15.00 waktu setempat ini diselenggarakan di VIP Hall, Gedung Administrasi Kampus Baiyunshan GDUFS. Delegasi MUI disambut dengan pengibaran bendera Merah Putih yang berdampingan dengan bendera Tiongkok, serta ucapan di gedung utama, dengan tulisan, “A Warm Welcome to the Delegation from Ulama Council of Indonesia”.

Sambutan tuan rumah dipimpin oleh Wakil Rektor GDUFS, Prof. LAN Hongjun. Turut hadir dari pihak GDUFS antara lain Direktur Eksekutif Kantor Internasional LU Lu, Dekan Fakultas Studi Asia Tenggara LIU Zhiqiang, dan Kepala Departemen Bahasa Indonesia XIAO Lixian. Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris Ketiga Kedubes Republik Rakyat Tiongkok di Republik Indonesia, LIU Weihao.

Delegasi MUI berasal dari berbagai bidang. Tampak ikut hadir, H. Azrul Tanjung (Ketua MUI Bidang Ekonomi), Buya Pasni Rusli (Ketua MUI Bidang Seni Budaya), KH. Abdulmanan Abdul Gani (Ketua MUI Bidang Dakwah), Safira Machrusah (Wasekjen Bidang Hubungan Internasional), Rofiqul Umam Ahmad (Wasekjen Bidang Halal), Arif Fahrudin (Wasekjen Bidang Dakwah), M. Ziyad Mahbub (Wasekjen Bidang Metodologi Fatwa), Choirul Sholeh Rasyid (Wasekjen Bidang Pesantren), Hazuarli Abdul Halim (Wasekjen Bidang Ekonomi), Yayat Sujatna dan Jojo Sutisna (Bendahara MUI), Bunyan Saptomo (Ketua Komisi Hubungan Internasional), serta Asrori S. Karni (Wasekjen Bidang Infokomdigi).