Sambut Delegasi MUI, Wakil Rektor Universitas Guangdong Tawarkan Program Pertukaran Cendekiawan dan Dialog Akademik
GUANGZHOU, TIONGKOK, MUI Digital – Dalam upaya memperkokoh kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok, Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS) menawarkan sejumlah program kerja sama strategis kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Inisiatif kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dialog akademik ini disampaikan oleh Wakil Rektor GDUFS, Prof. LAN Hongjun, saat menyambut kunjungan delegasi MUI di VIP Hall, Gedung Administrasi Kampus Baiyunshan, Guangzhou, Sabtu (11/7/2026).
Di hadapan delegasi MUI yang dipimpin oleh Ketua Rombongan KH Masduki Baidlowi, Prof. LAN Hongjun menegaskan bahwa GDUFS dan MUI memiliki banyak kesamaan pandangan, khususnya dalam konsep pendidikan dan pembinaan talenta antar-bangsa. Oleh karena itu, pihak universitas sangat antusias untuk membangun kolaborasi yang konkret.
“Kami berharap ke depan dapat menjalin kerja sama dengan MUI di dalam bidang-bidang berikut. Pertama, bersama-sama mendorong pengajaran bahasa Indonesia dan kajian budaya Indonesia. Kedua, bersama-sama menyelenggarakan seminar akademik dan dialog. Kami juga menyambut MUI untuk merekomendasikan para cendekiawan muda dan tenaga pengajar unggulan untuk datang ke Guangdong University of Foreign Studies,” ujar Prof. LAN Hongjun dalam pidato sambutannya.
Ia menegaskan, “Saya yakin kunjungan Bapak Ketua Majelis beserta delegasi kali ini pasti akan membuka babak baru kerja sama.”
Lebih lanjut, Prof. LAN memaparkan rekam jejak panjang GDUFS dalam membangun jembatan budaya dengan Indonesia.
Kampus yang memiliki 33 program bahasa asing—terbanyak di Tiongkok Selatan—ini telah mendirikan Program Studi Bahasa Indonesia sejak tahun 1970. Selama 56 tahun perjalanannya, program ini telah menjadi basis pembinaan talenta unggulan tingkat nasional di Tiongkok. Hingga kini, GDUFS tercatat telah menjalin kerja sama aktif dengan 43 perguruan tinggi dan lembaga bergengsi di Indonesia.
Wakil Rektor juga menyoroti eratnya hubungan bilateral kedua negara yang diwarnai oleh pendalaman saling percaya di bidang politik serta proyek strategis yang nyata, seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan posisi Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut. Kerja sama akademik dengan MUI diharapkan menjadi pilar pelengkap untuk memperkuat diplomasi masyarakat kedua negara.
Pertemuan ini berlangsung khidmat pada pukul 14.00 - 15.00 waktu setempat. Pihak GDUFS memberikan penyambutan istimewa dengan mengibarkan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera Tiongkok, serta memasang pesan sambutan di gedung utama, dengan tulisan, “A Warm Welcome to the Delegation from Ulama Council of Indonesia”.
Selain Wakil Rektor, pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan strategis GDUFS, antara lain Direktur Eksekutif Kantor Internasional LU Lu, Dekan Fakultas Studi Asia Tenggara LIU Zhiqiang, dan Kepala Departemen Bahasa Indonesia XIAO Lixian. Acara ini juga disaksikan oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Republik Indonesia, yakni Sekretaris Ketiga LIU Weihao, yang mempertegas dukungan diplomatik terhadap inisiatif kerja sama ini.
Delegasi MUI berasal dari berbagai bidang. Tampak ikut hadir antara lain, H. Azrul Tanjung Ketua MUI Bidang Ekonomi Azrul Tanjung, Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya Islam Buya Pasni Rusli, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. Abdul Manan Abdul Gani, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Dubes Safira Machrusah, Wasekjen MUI Bidang Halal KH Rofiqul Umam Ahmad, serta Wasekjen MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahrudin.
Hadir pula Wasekjen MUI Bidang Fatwa Metodologi KH M Ziyad Mahbub, Wasekjen MUI Bidang Pesantren Choirul Sholeh Rasyid, Wasekjen MUI Bidang Ekonomi Hazuarli Abdul Halim, Bendahara MUI Yayat Suyatna dan Jojo Sutisna, Ketua Komisi HLNKI MUI Dubes Bunyan Saptomo, serta Wasekjen MUI Bidang Infokomdigi Asrori S. Karni.