Lewati ke konten utama
Sabtu, 25 Juli 2026 / 10 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

KUII VIII Usung Misi "Ulama Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat"

2 menit baca 105 dibaca
1000526327
Bagikan:

Jakarta MUI Digital -- Ketua Steering Committee (SC) Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII sekaligus Wakil Ketua Umum MUI, KH. Marsudi Syuhud, menegaskan bahwa KUII VIII bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan umat dan membangun bangsa.

"Hari ini kita berkumpul di tempat ini bukan sekadar untuk memenuhi undangan, tetapi karena ada amanah besar di pundak kita. Amanah untuk menjaga persatuan, memakmurkan umat, dan mengokohkan peradaban Islam yang rahmatan lil 'alamin di bumi Nusantara, Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Kiai Marsudi Syuhud dalam laporan panitia pada pembukaan KUII VIII, Bidakara Hotel Jakarta, Jumat (24/7/2026). 

Ia menegaskan, pembangunan bangsa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kemaslahatan masyarakat yang membutuhkan keamanan, kenyamanan, persatuan, dan kesadaran bersama.

Baca juga: Ketum MUI Dorong KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Tolak Praktik LGBT

"Oleh karenanya, Kongres Umat Islam ini adalah kongres untuk membangun," tegasnya.

Menurutnya, KUII VIII mengusung tema "Ulama Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat" (Al-Ulama Muttahidun, Ummah Li Siyadati Ad-Daulah Al-Qawiyah) sebagai komitmen memperkuat sinergi seluruh elemen umat Islam dalam membangun bangsa dan negara.

"Kongres ini bertujuan memperkuat seluruh elemen umat dalam mewujudkan taswirul manhaj atau penyamaan pola pikir keagamaan serta tansiqul harakah atau koordinasi gerakan untuk bersinergi dan berkolaborasi membangun umat, membangun bangsa, dan membangun negara," katanya.

Ia menambahkan, KUII VIII juga akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari keagamaan, pendidikan, ekonomi, media, teknologi, hingga ketahanan nasional dan geopolitik, yang akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.

"Yang semua ini akan dibahas melalui sidang-sidang pleno dan komisi sebagai ikhtiar bersama untuk kemajuan umat Islam dan Indonesia," jelas ia.

Baca juga: KUII VIII Siapkan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah dan Pembangunan Bangsa

Hadir dalam pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII antara lain Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, para duta besar negara sahabat, Wakil Ketua DPD RI, Kepala Staf Kepresidenan, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Menteri Agama RI, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), para tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Indonesia, pejabat pemerintah pusat dan daerah, serta lebih dari 450 peserta kongres yang berasal dari unsur pimpinan dan anggota MUI Pusat, Dewan Pertimbangan MUI, komisi, badan dan lembaga MUI, perwakilan 87 organisasi kemasyarakatan Islam tingkat nasional, serta unsur pemerintah dan kementerian terkait.