Lewati ke konten utama
Jumat, 17 Juli 2026 / 2 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Komisi Luar Negeri MUI: Dukungan Indonesia untuk Palestina Merdeka Mengakar Ratusan Tahun

3 menit baca 77 dibaca
HLNKI
Delegasi MUI dan lembaga filantropi Indonesia dalam pembukaan Konferensi Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP) yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada 17 Juli 2026. Foto: Istimewa
Bagikan:

Istanbul, MUI Digital — Dukungan bangsa Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina bukanlah fenomena baru yang muncul dalam beberapa dekade terakhir.

Solidaritas tersebut, menurut Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dubes Bunyan Saptomo, telah berlangsung selama sekitar satu abad.

Pernyataan itu disampaikan Bunyan Saptomo saat mewakili Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto A Hakim, dalam pembukaan Konferensi Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP) yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada Jumaat (17/7/2026).

“Dukungan bangsa Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina telah berlangsung sejak sekitar 100 tahun yang lalu atau satu abad,” ujar Bunyan di hadapan peserta konferensi yang dihadiri sekitar 300 delegasi dari 30 negara itu.

Baca juga: RI Jadi Pusat Gerakan Asia-Pasifik untuk Palestina, Bukti Pengakuan atas Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

Menurut Bunyan, jejak historis hubungan Indonesia dan Palestina dapat ditelusuri sejak dekade 1920-an. Pada masa itu, sejumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir aktif dalam berbagai gerakan kemerdekaan dunia Islam, termasuk yang berkaitan dengan perjuangan bangsa Indonesia dan Palestina.

Salah satu tokoh yang menonjol adalah Prof  Abdul Kahar Muzakir. Saat menempuh studi di Mesir, Abdul Kahar Muzakir terlibat aktif dalam gerakan kemerdekaan dan tercatat menghadiri Konferensi Dunia Islam di Yerusalem pada 1930.

Baca juga: Diplomat Senior: Konflik Iran, Palestina, dan Perubahan Iklim Bukti Pentingnya Diplomasi Multilateral

Selain itu, kata Bunyan, sejarah juga mencatat adanya sejumlah pemuda Indonesia yang gugur sebagai syuhada dalam perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Inggris pada dekade 1930-an.

“Hubungan dan solidaritas yang telah terjalin sejak lama itu menjadi salah satu alasan mengapa para pemimpin Palestina dan dunia Arab memberikan dukungan kuat terhadap kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 1945,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bunyan juga memperkenalkan delegasi Indonesia yang hadir pada konferensi GCQP. Delegasi dari MUI terdiri atas Oke Setiadi dan Kurniasih Zulhadji, bersama sejumlah perwakilan lembaga filantropi Indonesia yang selama ini aktif mendukung perjuangan dan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Lebih lanjut, Bunyan memaparkan sejumlah perkembangan penting terkait penguatan jaringan solidaritas Palestina di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga: HUKUM DUKUNGAN TERHADAP PERJUANGAN PALESTINA

Ia menjelaskan bahwa pada akhir 2025, MUI bersama sejumlah lembaga filantropi Indonesia dan didukung oleh Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI telah menyelenggarakan Asia Pacific Conference on Al-Quds and Palestine di Kompleks DPR RI, Jakarta.

Konferensi tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya kesepakatan pembentukan Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCQP) yang berkedudukan di Jakarta.

“Pembentukan APCQP menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi gerakan solidaritas Palestina di kawasan Asia Pasifik,” kata Bunyan.

Ia juga menyampaikan bahwa pada awal 2026 telah diselenggarakan Konferensi Solidaritas Palestina di Davao, Filipina, sebagai bagian dari upaya memperluas dukungan regional terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Baca juga: John L Esposito, Cendekiawan Barat Sahabat bagi Satu Miliar Muslim Tutup Usia

Saat ini, lanjutnya, tim APCQP yang berkedudukan di Jakarta tengah menyelesaikan proses legalisasi organisasi sebagai perkumpulan resmi.

Setelah proses tersebut rampung, APCQP direncanakan akan diresmikan pada 19 Agustus 2026. Selain itu, APCQP juga tengah mempersiapkan penyelenggaraan konferensi tingkat regional berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada Oktober 2026.


Konferensi Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP) di Istanbul kali ini menjadi forum penting bagi para aktivis, tokoh masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan organisasi pendukung Palestina dari berbagai negara untuk memperkuat koordinasi internasional dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina serta upaya pembebasan Al-Quds.

Melalui forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina, sebuah komitmen yang menurut Bunyan Saptomo telah menjadi bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia selama satu abad terakhir.