Lewati ke konten utama
Minggu, 20 September 2026 / 8 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Rapat Komisi Infokomdigi
Rapat Komisi Infokomdigi Majelis Ulama Indonesia, Sabtu (19/9./2026). Foto: Fitri/ MUI Digital
Berita

Kiai Masduki Apresiasi Capaian MUI Digital Duduki Peringkat II Website Keislaman

Kiai Masduki Apresiasi Capaian MUI Digital Duduki Peringkat II Website Keislaman

/ 8 Rabiul Akhir 1448 H 4 menit baca 76 dibaca

Jakarta, MUI Digital –  Komisi Informasi,  Komunikasi dan Digitalisasi (Infokomdigi) MUI terus mendorong penguatan media digital MUI, termasuk peningkatan kualitas pemberitaan di website MUI Digital. 

Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan perkembangan program prioritas Komisi Infokomdigi tahun 2026.

Ketua Bidang  Infokomdigi MUI, Kiai Masduki Baidlowi, mengatakan website MUI Digital saat ini mencatat perkembangan positif berdasarkan pemantauan Similarweb, sebuah platform analitik yang memantau lalu lintas berbagai situs dan platform digital di dunia.

“Menurut Similarweb itu ternyata secara nasional, kalau kita berbicara mengenai semacam platform digital atau web situs berita keagamaan, kita itu sudah naik ke peringkat nomor dua,” ujar Kiai Masduki usai rapat Komisi Infokomdigi di Jakarta pada Sabtu, (18/9/2026).

Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri. Namun, peringkat berdasarkan traffic bersifat dinamis sehingga dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, tantangan selanjutnya adalah mempertahankan sekaligus meningkatkan traffic website MUI Digital.

“Traffic-nya itu kan selalu bisa berubah-ubah setiap bulan, setiap tiga bulan, dan seterusnya. Jadi tantangannya buat kita itu harus mempertahankan bagaimana supaya traffic dari pemberitaan di website MUI itu terus minimal bertahan atau terus naik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Masduki menjelaskan peningkatan traffic tidak semata-mata dilakukan dengan memperbanyak jumlah berita. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan redaksi dalam menangkap isu strategis menjadi faktor penting.

Website MUI Digital, kata dia, perlu mampu menangkap berbagai isu yang berkaitan dengan perkembangan Islam, aktivitas tokoh-tokoh Muslim, gerakan masyarakat Islam, serta hubungan gerakan masyarakat Islam dengan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

“Berita yang dibikin oleh website MUI itu magnitudenya harus kuat. Artinya daya tariknya harus kuat sehingga bisa ditengok oleh banyak pihak, bisa masuk ke media sosial, bisa masuk ke YouTube, dan yang lain,” tuturnya.

Karena itu, kemampuan redaksi dalam memilih isu dan menentukan angle pemberitaan dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan website MUI Digital.

Kiai Masduki juga menekankan pentingnya kemampuan manajerial dalam pengelolaan redaksi. Perencanaan pemberitaan dan pembagian tugas perlu dikelola dengan baik agar dapat diterjemahkan hingga ke tingkat reporter.

Dia menyebut, pengelolaan website MUI Digital saat ini telah didukung rapat dan evaluasi secara rutin. Setidaknya setiap Selasa pagi dilakukan rapat, sementara komunikasi dan koordinasi informal terkait pemberitaan berlangsung setiap hari.

Selain mempertahankan traffic, Kiai Masduki menegaskan peningkatan mutu pemberitaan menjadi perhatian utama Komisi Infokomdigi.

“Yang harus ditingkatkan itu pertama adalah mutunya. Jadi tidak berhubungan dengan kuantitas, tapi mutu pemberitaan, pilihan-pilihan beritanya, pilihan berita dan angle-angle beritanya itu memang betul-betul tajam,” katanya.

Menurutnya, kualitas pemberitaan juga perlu diarahkan agar dapat diterima oleh kelompok muda, khususnya generasi Z dan milenial.

Hal tersebut berkaitan dengan karakter demografi masyarakat Indonesia yang didominasi kelompok usia muda. Karena itu, website MUI Digital perlu menghadirkan pemberitaan yang menarik bagi generasi tersebut, tanpa meninggalkan substansi dan nilai yang menjadi karakter MUI.

Kiai Masduki menjelaskan, ketika mutu pemberitaan semakin baik dan menarik perhatian masyarakat, peningkatan jumlah pembaca atau traffic dapat mengikuti.

Dia menilai perkembangan traffic website juga tidak dapat dilepaskan dari algoritma platform digital dan isu yang berkembang di tengah masyarakat.

“Algoritma juga tergantung pada isu, dan isu itu juga sangat tergantung kepada apa yang bergerak sebagai isu di masyarakat. Nah, apa yang menjadi isu di masyarakat itulah yang mesti ditangkap oleh redaktur, kemudian direncanakan lalu dijadikan berita,” ujarnya.

Lebih jauh, Kiai Masduki berharap website MUI Digital dapat berkembang bukan hanya dari sisi traffic, tetapi juga menjadi barometer informasi yang dapat dirujuk masyarakat.

Harapan tersebut dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital yang juga diwarnai penyebaran hoaks dan fitnah.

“Harapan saya supaya makin maju. Bagaimana agar website Majelis Ulama Indonesia itu menjadi ukuran, menjadi barometer untuk menilai kebenaran-kebenaran pemberitaan yang berkembang di masyarakat,” ungkapnya.

Da berharap masyarakat dapat menjadikan website MUI Digital sebagai salah satu rujukan dalam memperoleh informasi yang berkaitan dengan MUI dan kehidupan umat Islam.

“Kalau orang baca berita di website MUI berarti itu benar. Itu yang harus menjadi rujukan,” tegasnya.

Selain itu, Kiai Masduki berharap website MUI Digital dapat berkembang menjadi website pemberitaan berbasis komunitas organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Bagi MUI, penguatan media digital bukan hanya tentang bagaimana meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menghadirkan informasi yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Di tengah derasnya arus informasi, media MUI diharapkan dapat ikut menghadirkan ruang informasi yang mencerahkan, sehingga umat tidak hanya memperoleh berita dengan cepat, tetapi juga memiliki rujukan untuk memilah informasi yang benar dan bermanfaat.  

BAGIKAN: