Kader Ulama Perlu Kepemimpinan Entrepreneurial
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Azharun N
Editor
BEKASI, MUI Digital — Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Wahfiudin Sakam, menegaskan pentingnya membekali generasi muda, khususnya calon kader ulama, dengan kemampuan kepemimpinan yang kuat dan berjiwa kewirausahaan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadan bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Jabodetabek yang digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, dalam proses kaderisasi ulama, pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan ilmu keagamaan. Para calon ulama juga perlu memiliki kapasitas kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Kami dari Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat menyelenggarakan pesantren kilat dengan materi yang dibahas tentang leadership, kepemimpinan. Sebenarnya menjadi ulama pada dasarnya adalah menjadi seorang leader, menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini tidak hanya bersifat manajerial, tetapi juga entrepreneurial, yaitu kemampuan membaca peluang dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat.
“Kalau pemimpin yang manajerial itu memastikan semua berjalan teratur dan terpelihara dengan baik. Tetapi kalau pemimpin yang entrepreneurial, dari segala yang ada dicari peluang-peluangnya,” katanya.
Menurutnya, kemampuan membaca peluang tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadikan ulama bersifat materialistis, tetapi agar mereka memiliki kemampuan mengelola sumber daya untuk kemaslahatan masyarakat.