Hikmah Ramadhan, Kiai Niam: Puasa Mengajarkan Umat Selalu Bersyukur
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Nikmat yang Allah SWT karuniakan harus diwujudkan dalam bentuk kesyukuran yang nyata, baik secara pribadi maupun sosial.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan rasa syukur tidak cukup diucapkan, tetapi harus dimanifestasikan melalui komitmen ketaatan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kesyukuran itu memastikan nikmat digunakan untuk kepentingan ibadah, menafkahi keluarga, serta kemaslahatan sosial. Bisa jadi apa yang kita inginkan tidak terpenuhi, tetapi itu bukan kelemahan. Allah punya rencana lain,” kata Kiai Ni’am dikutip dari salah satu stasiun televisi nasional, Kamis (5/3/2026).
Dia mengingatkan, ketika seseorang berada dalam kondisi sehat dan lapang sementara yang lain tengah mengalami kesulitan, maka rasa syukur seharusnya mendorong lahirnya kepedulian. Menurutnya, komitmen saling membantu merupakan bentuk nyata syukur tersebut.
Kiai Ni’am mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa sesama Muslim diibaratkan seperti satu bangunan yang saling menguatkan. Rasulullah SAW bersabda:
اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Satu mukmin dengan mukmin yang lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR Bukhari Muslim).