Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

102 Ribu Jamaah Haji Indonesia Berangkat Pakai Garuda, Waspada Barang Bawaan

2 menit baca 828 dibaca
Nano Setiawan
General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan (tengah). Foto: MCH
Bagikan:

Madinah, MUI Digital - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan layanan penerbangan haji 2026 bagi sekitar 102 ribu Jamaah yang tergabung dalam 78 kelompok terbang (kloter) dengan dukungan 15 armada pesawat pada musim haji tahun ini.

General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan, menegaskan bahwa keberhasilan operasional penerbangan haji tidak hanya ditentukan oleh maskapai, tetapi juga oleh kedisiplinan seluruh pihak, terutama Jamaah saat proses pemulangan ke Tanah Air.

"Kami sangat siap untuk melayani Jamaah dengan menyiapkan sumber daya yang terbaik untuk memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia," kata Nano yang hadir dalam acara doa bersama Daker bandara di Madinah, Selasa (21/4/2026).

Selain keberangkatan, Nano juga mengingatkan Jamaah saat akan pulang nantinya. Khususnya terkait barang bawaan yang akan dibawa ke Tanah Air.

“Ketepatan penerbangan itu tergantung kita semua. Terutama saat pemulangan, barang bawaan menjadi faktor krusial,” ujarnya.

Menurut Nano, salah satu tantangan yang kerap muncul adalah banyaknya barang bawaan Jamaah yang tidak sesuai ketentuan, khususnya air zamzam yang dibawa secara tidak prosedural.

Baca juga: Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah Hari Ini, Berikut Skema Penyambutannya

Dia mencontohkan, masih ditemukan Jamaah yang mencoba menyiasati pemeriksaan dengan membungkus botol zamzam menggunakan lakban agar lolos dari X-ray.

“Zamzam itu tetap terdeteksi di X-ray. Kadang dikira dengan disolasi tidak ketahuan. Kalau dalam satu kloter ada 1 botol dan di temukan di 200 koper, ada 200 botol air zamzam, itu sangat merepotkan dan bisa mengganggu jadwal penerbangan,” jelasnya.

Dia juga menyoroti perlunya pendekatan komunikasi yang tepat kepada Jamaah, agar memahami aturan penerbangan internasional. Karena itu edukasi dinilai menjadi kunci untuk meminimalisasi kendala di bandara.

Baca juga: Kemenhaj dan Polri Perkuat Sinergi, Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah


Dia mengandalkan peran ketua kloter dalam memastikan seluruh Jamaah telah mematuhi aturan, termasuk terkait kelengkapan dokumen dan barang bawaan sebelum masuk ke pesawat.

“Peranan ketua kloter sangat penting untuk memastikan semua sudah siap, baik dokumen maupun bagasi. Edukasi kepada Jamaah harus terus diperkuat,” katanya.

Dengan koordinasi yang baik antara maskapai, petugas, dan Jamaah, Garuda berharap operasional haji dapat berjalan dengan baik dan lancar.