MUI Sumut Gelar Pelatihan MC Islami, Perkuat Kompetensi Generasi Muda dalam Dakwah
MUI Sumut Gelar Pelatihan MC Islami, Perkuat Kompetensi Generasi Muda dalam Dakwah
Medan, muisumut.or.id., 12 September 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melalui Bidang/Komisi Dakwah menggelar Pelatihan Master of Ceremony (MC) Islami di Aula UMN Al-Washliyah, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Membentuk Generasi MC Islami yang Profesional, Berakhlak dan Inspiratif.”
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya MUI Sumut meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memandu berbagai kegiatan dakwah dan keislaman, khususnya dari aspek komunikasi, etika, dan profesionalitas dalam pelaksanaan acara.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak, Wakil Rektor I Bidang Akademik UMN Al-Washliyah Prof. Dr. H. Anwar Sadat, S.Ag., M.Hum., Ketua Bidang Dakwah MUI Sumut Prof. Dr. Abdullah, M.Si., Sekretaris Bidang Dakwah Drs. H. Arifin Umar, serta Ketua Komisi Dakwah Assoc. Prof. Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I. Turut hadir jajaran pengurus Komisi Dakwah MUI Sumut.

Sejumlah narasumber memberikan pembekalan kepada peserta. Prof. Dr. Abdullah, M.Si. menyampaikan materi “Urgensi dan Posisi MC dalam Kegiatan Dakwah Bil Lisan”. Materi tersebut membahas posisi MC sebagai bagian yang mendukung kelancaran dan penyampaian pesan dalam kegiatan dakwah.
Selanjutnya, Assoc. Prof. Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I. membawakan materi “Kurikulum Master of Ceremony Profesional: Pengembangan Kompetensi Public Speaking, Etika Komunikasi, dan Manajemen Acara”. Sementara KH. Muhammad Fadhli Sudiro, MH., M.S.Q. menyampaikan materi “Master Public Speaking for MC Profesional: Berbicara dengan Percaya Diri dan Memandu dengan Karisma Diri”.
Peserta pelatihan berasal dari perwakilan pemuda organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Sumatera Utara, remaja masjid, serta pelajar Madrasah Aliyah.
Melalui pelatihan tersebut, MUI Sumut mendorong lahirnya generasi MC Islami yang memiliki kemampuan komunikasi dan public speaking sekaligus memahami etika dalam memandu kegiatan keislaman.
Kemampuan seorang MC dalam kegiatan dakwah tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbicara di depan publik, tetapi juga membutuhkan sikap, akhlak, dan pemahaman terhadap karakter kegiatan yang dipandu. Karena itu, pelatihan diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam aktivitas dakwah di tengah masyarakat.