TAHUN BARU HIJRIYAH 1448 H: Hakikat Perubahan dan Standar Kemajuan Seorang Muslim (Serial 2)
Administrator
Penulis
muisumut.or.id., 14 Juni 2026., Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan pentingnya muhasabah dan amanah waktu. Selanjutnya, kita perlu memahami hakikat perubahan menurut hadis Nabi Muhammad SAW.
Perubahan Harus Dimulai dari Niat
Hadis pertama yang menjadi landasan perubahan adalah hadis niat:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan memperoleh sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa perubahan yang benar harus lahir dari niat yang ikhlas karena Allah SWT.
Perubahan yang didasari riya, gengsi, atau sekadar ikut-ikutan tidak akan menghasilkan keberkahan.
Al-Qur’an juga menegaskan:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Standar Kemajuan Seorang Muslim
Di tengah masyarakat beredar ungkapan populer:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُونٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُونٌ
“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia terlaknat.”
Perlu dijelaskan bahwa para ulama hadis berbeda pendapat mengenai status hadis ini. Karena itu, umat Islam perlu berhati-hati dalam menyandarkannya secara langsung kepada Nabi SAW.
Namun kandungan maknanya sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong peningkatan kualitas diri secara terus-menerus.
Adapun hadis shahih yang semakna adalah:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menjadi Manusia yang Bermanfaat
Nabi SAW juga bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Perubahan yang baik bukan hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat.
Empat Aspek Perubahan
Hadis-hadis Nabi menunjukkan bahwa perubahan mencakup empat aspek utama:
1. Perubahan Keimanan dan Ibadah
Meningkatkan kualitas shalat, tilawah Al-Qur’an, puasa, dzikir, dan kedekatan kepada Allah SWT.
2. Perubahan Akhlak
Nabi SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
3. Perubahan Sosial
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai dan menyayangi bagaikan satu tubuh.”
4. Perubahan Ilmu dan Wawasan
Islam mendorong umatnya terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri demi kemaslahatan yang lebih besar.
Oleh: Prof. Dr. Nawir Yuslem, MA
Bersambung ke Seri 3:
Prinsip Perubahan Islami dan Langkah Nyata Menyambut 1 Muharram 1448 H