3 Doa yang Dianjurkan saat Perjalanan Pulang dari Tanah Suci
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Para jamaah haji Indonesia saat ini tengah memasuki fase kepulangan ke Tanah Air setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Secara bertahap, mereka akan diterbangkan
kembali ke Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat yang telah
lama menantikan kepulangan mereka.
Perjalanan pulang dari Tanah Suci bukan
hanya perpindahan fisik semata menuju kampung halaman, tetapi juga menjadi momen
untuk mensyukuri nikmat Allah atas kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.
Oleh karena itu, selain mengikuti berbagai prosedur perjalanan demi menjaga keselamatan dan kelancaran kepulangan, para jamaah juga dianjurkan memperbanyak bacaan dzikir dan doa selama perjalanan.
Baca juga: Bagaimana Tanda-Tanda Haji Mabrur? Begini Penjelasan Ulama
Dalam sejumlah riwayat hadis dan keterangan
para ulama, disebutkan beberapa doa yang dianjurkan untuk diamalkan oleh jamaah
haji ketika kembali dari Tanah Suci.
Doa-doa tersebut mencerminkan rasa syukur,
harapan akan keberkahan, serta permohonan agar perjalanan pulang diberikan
keselamatan hingga tiba di tempat tujuan.
Adapun rangkaian tiga doa yang dapat
diamalkan oleh jamaah haji saat pulang dari Tanah Suci adalah sebagai berikut:
1. Doa ketika Pulang dari Perjalanan
Haji
Doa pertama adalah doa yang diriwayatkan
oleh Imam Abu Dawud (wafat 275 H) dalam kitab Sunan Abi Dawud.
Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa ini ketika kembali dari perjalanan,
termasuk perjalanan ibadah haji.
Doa ini mengandung pengakuan akan keagungan
Allah SWT sekaligus ungkapan syukur atas selesainya perjalanan ibadah. Di
dalamnya juga terdapat ikrar untuk senantiasa kembali kepada Allah melalui taubat,
ibadah, serta ketaatan setelah pulang dari Tanah Suci.
Berikut lafaz doa yang dimaksud:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ،
آئِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللهُ
وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka
lahū, lahul mulku wa lahul ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Ā’ibūna
tā’ibūna ‘ābidūna sājidūn, li rabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa’dahū wa naṣara
‘abdahū, wa hazama al-aḥzāba waḥdahū.
Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, kami bertobat, kami beribadah, kami bersujud, dan kepada Tuhan kami, kami memuji. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan seluruh pasukan musuh dengan kekuasaan-Nya semata.” (Sunan Abi Dawud [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 3, h. 43)
Baca juga: Hakikat di Balik Syariat Doa
2. Doa ketika Tiba di Kampung Halaman
Setelah perjalanan panjang berakhir dan
jamaah mulai memasuki daerah tempat tinggalnya, para ulama menganjurkan jamaah
haji untuk memanjatkan doa memohon keberkahan bagi negeri dan masyarakat tempat
ia kembali.
Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitab Al-Idhah
fi Manasik al-Hajj wa al-Umrah menyebutkan lafaz doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا
وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا
Allāhumma innī as’aluka khairahā wa
khaira ahlihā wa khaira mā fīhā.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku
memohon kepada-Mu kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan
segala sesuatu yang ada di dalamnya.” (Al-Idhah fi Manasik al-Hajj wa
al-Umroh [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 516)
Doa tersebut mengajarkan seorang muslim untuk memohon keberkahan bagi lingkungan tempat tinggalnya, sekaligus berharap agar dirinya dapat kembali berinteraksi dengan masyarakat dalam suasana yang baik dan penuh kemaslahatan.
Baca juga: Doa Minum Air Zamzam, Simak 3 Opsi Bacaannya Berikut Ini
Disamping itu, Imam an-Nawawi juga
menyebutkan doa lain yang dapat dibaca ketika tiba di kampung halaman. Berikut
lafaz doa yang dimaksud:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا بِهَا قَرَارًا
وَرِزْقًا حَسَنًا، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا جَنَاهَا وَأَعِذْنَا مِنْ وَبَالِهَا
وَحَبِّبْنَا إِلَى أهْلِهَا وَحَبِّبْ صَالِحِيْ أَهْلِهَا إِلَيْنَا
Allāhummaj’al lanā bihā qarāran wa
rizqan ḥasanān. Allāhummarzuqnā janāhā wa a’idznā min wabālihā, wa ḥabbibnā ilā
ahlihā, wa ḥabbib ṣāliḥī ahlihā ilainā.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah bagi kami di tempat ini kehidupan yang tenteram dan rezeki yang baik. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami hasil dan manfaatnya, lindungilah kami dari segala keburukan dan bencana yang ada padanya, jadikanlah kami dicintai oleh penduduknya, dan jadikanlah orang-orang saleh dari penduduknya kami cintai serta mencintai kami.” (Al-Idhah fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 516)
Baca juga: Bertemu Jamaah Haji yang Tiba dari Tanah Suci, Baca 3 Doa Penuh Makna Berikut
3. Doa ketika Sampai di Rumah
Setelah tiba di rumah dan kembali berkumpul
bersama keluarga, jamaah haji juga dianjurkan untuk membaca doa yang berisi
ungkapan taubat dan penghambaan kepada Allah SWT.
Adapun doa yang dapat diamalkan adalah
sebagai berikut:
تَوْبًا تَوْبًا لِرَبِّنَا أَوْبًا لاَ
يُغَادِرُ حَوْبًا
Tauban tauban li rabbinā auban lā
yughādiru ḥaubān.
Artinya: “Duhai Tuhan kami, kami
bertobat kepada-Mu dengan sebenar-benarnya tobat, kembali kepada-Mu dengan
sepenuh hati, suatu kembali yang tidak menyisakan dosa sedikit pun.” (Al-Idhah
fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 516)
Tentunya doa ini mengandung makna yang mendalam. Setelah jamaah menyelesaikan ibadah manasik dan kembali ke rumah, jamaah tersebut diharapkan tetap menjaga semangat taubat, memperbaiki diri, serta mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah diperoleh selama berada di Tanah Suci. Karena itu, doa-doa ini sangat dianjurkan untuk diperhatikan dan diamalkan.
Baca juga: Doa yang Terlupakan di Tengah Krisis
Demikianlah tiga bacaan doa yang dianjurkan
untuk diamalkan selama perjalanan pulang dari Tanah Suci. Mulai dari saat
meninggalkan Tanah Suci, tiba di kampung halaman, hingga memasuki rumah tempat
tinggal.
Makna yang terkandung di dalam doa-doa ini hakikatnya
menegaskan bahwa perjalanan haji bukanlah akhir dari ibadah, melainkan awal
untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dengan hati yang lebih dekat kepada
Allah.
Semoga Allah SWT menganugerahkan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan kepada seluruh jamaah haji hingga tiba di tempat tujuan, menerima seluruh amal ibadah mereka, serta menjadikan hajinya sebagai haji yang mabrur. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn.