Hikmah Halaqah: Hikmah Rasulullah SAW Menjadi Yatim Sejak Kecil
Hikmah Halaqah: Hikmah Rasulullah SAW Menjadi Yatim Sejak Kecil
MAKASSAR — Di balik kemuliaan akhlak dan keindahan pribadi Nabi Muhammad SAW, terdapat perjalanan hidup yang penuh hikmah sejak beliau masih kecil. Salah satu hal yang menarik untuk direnungkan adalah bagaimana Rasulullah SAW tumbuh tanpa kehadiran kedua orang tuanya dan kemudian menjadi manusia pilihan yang diutus Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd Safa, dalam kajian Hikmah Halaqah.
Dalam ceramahnya, Najamuddin menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki keindahan yang sempurna, bukan hanya dari sisi lahiriah, tetapi juga dari segi batin, karakter, dan akhlaknya.
Menurutnya, keistimewaan Rasulullah SAW tidak dapat dipisahkan dari bimbingan dan pendidikan Allah SWT dalam mempersiapkan beliau untuk mengemban tugas kenabian dan kerasulan.
Prof.Najamuddin menekankan bahwa Allah SWT memberikan perhatian khusus dalam membentuk kepribadian Nabi Muhammad SAW. Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang sebelum beliau menerima wahyu dan menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.
Ia juga mengangkat pandangan mengenai hikmah di balik keadaan Rasulullah SAW yang kehilangan kedua orang tuanya sejak usia dini.
Nabi Muhammad SAW lahir setelah ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat. Ketika berusia sekitar enam tahun, beliau juga kehilangan ibundanya, Aminah binti Wahb. Setelah itu, Rasulullah SAW diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, kemudian oleh pamannya, Abu Thalib.
Perjalanan hidup tersebut menjadi bagian penting dalam memahami kehidupan Rasulullah SAW sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul.
Dalam perspektif yang disampaikan Prof.Najamuddin, kisah tersebut mengajak umat Islam merenungkan bagaimana Allah SWT mempersiapkan Rasulullah SAW melalui perjalanan hidup yang istimewa.
Mengapa Rasulullah SAW kehilangan kedua orang tuanya ketika masih kecil? Apa hikmah di balik perjalanan hidup tersebut, dan bagaimana Allah SWT mendidik beliau hingga menjadi manusia pilihan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian menarik untuk disimak lebih jauh dalam kajian ini.
Simak penjelasan lengkap Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd Safa dalam video Hikmah Halaqah berikut ini.
▶️ Tonton video selengkapnya:
*Irfan Suba Raya*