Lewati ke konten utama
Rabu, 14 Oktober 2026 / 3 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Komisi Ukhuwwah Islamiyah MUI Jatim Solidkan Kerukunan Ormas Islam Jawa Timur
Jawa Timur

Komisi Ukhuwwah Islamiyah MUI Jatim Solidkan Kerukunan Ormas Islam Jawa Timur

Komisi Ukhuwwah Islamiyah MUI Jatim Solidkan Kerukunan Ormas Islam Jawa Timur

/ 3 Jumadil Awal 1448 H 2 menit baca
BANGKALAN – Komisi Ukhuwwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan untuk mensolidkan kerukunan antar organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam se-Jawa Timur. Acara ini berlangsung di Hall Universitas Noor Huda Mustofa Mlajah, Kabupaten Bangkalan pada (10/10/2026).
Kegiatan silaturahmi dan diskusi ini mengusung tema “Memahami Perbedaan Manhaj Antar Ormas Islam untuk Mencari Titik Temu Ukhuwwah Islamiyah di Jawa Timur”. Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai tokoh agama dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Dari jajaran tokoh nasional, turut hadir Anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., dan Katib PBNU Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.Ag.
Sementara itu, tokoh tingkat provinsi dan daerah yang hadir antara lain Pembina Komisi Ukhuwwah Islamiyah sekaligus Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Dr. KH. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si., Ketua Komisi Ukhuwwah Islamiyah Dr. KH. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., dan KH. Jazuli Nur asal Bangkalan. Acara ini juga diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Komisi Ukhuwwah MUI Jatim, perwakilan kiai dari MUI Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Surabaya, dan Bangkalan, serta pengurus pimpinan ormas Islam seperti PCNU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Hidayatullah beserta badan otonom masing-masing.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Akhmad Jazuli menegaskan bahwa kerukunan dan persatuan umat merupakan hal yang sangat krusial untuk dijaga dan diperkuat secara terus-menerus. Ia berpesan agar pemerintah dan tokoh ormas Islam tidak hanya bertindak layaknya pemadam kebakaran yang baru turun ke lapangan ketika insiden sudah terjadi.
“Kita jaga dan kita monitor situasi kehidupan umat beragama di Jawa Timur supaya tidak terjadi kekerasan, kerusuhan, maupun konflik sosial bernuansa SARA. Jangan sampai meletus kerusuhan, kemudian tokoh-tokoh agama baru turun ke lapangan,” tegas Kiai Akhmad Jazuli.
Pesan senada yang lebih fundamental juga disampaikan oleh Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I. Menurutnya, sejarah kelam pecahnya negara Yugoslavia dan nasib memilukan warga Palestina harus menjadi pelajaran nyata tentang urgensi persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa keutuhan NKRI harus senantiasa dijaga, seraya mendoakan agar kemerdekaan Palestina semakin diakui oleh dunia internasional.
Di sisi lain, Ketua Komisi Ukhuwwah MUI Jatim, Dr. KH. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I., mengingatkan bahwa Jawa Timur adalah provinsi yang padat penduduk dengan latar belakang ormas Islam yang sangat beragam, sehingga pengokohan ukhuwah menjadi sebuah keharusan.
“Tokoh-tokoh ormas yang hadir dan berdiskusi tentang perbedaan manhaj dalam memahami Islam di Hall Universitas milik KH. Mustofa Haris, M.Kes., ini diharapkan dapat mendesiminasikan hasil kajian dan titik temu ukhuwah ini kepada umatnya masing-masing,” tuturnya menutup kegiatan.
Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads