MUI Jatim Gelar Rapat Penyusunan Buku Problematika Haji dan Umrah, Targetkan Jadi Rujukan Utama KBIHU
SURABAYA, MUI Jatim — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat pembahasan dan penyusunan “Buku Problematika Haji dan Umrah” pada Kamis, 6 Agustus 2026 M bertepatan dengan 23 Safar 1448 H. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini bertempat di Kantor MUI Provinsi Jawa Timur, Jl. Raya Wisma Pagesangan No. 204, Surabaya.
Rapat ini mengundang para Kiai Pembina Komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Timur serta Tim Penyusun untuk menyamakan persepsi dan menyusun kerangka (outline) buku. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Jatim Bidang Fatwa, KH. Ma’ruf Khozin, dan Sekretaris MUI Jatim Bidang Fatwa, Dr. H. Nur Fauzi, S.Hum., M.Pd.. Turut hadir pula Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Sholihin Hasan, M.H.I, dan tim penyusun yang terdiri dari KH. Ali Maghfur Syadzili, S.Pd.I., K. Lukmanul Hakim, S.Pd.I., KH. Ali Romzi, dan K. Mohammad Roqib, S.H.I., M.H..
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa buku panduan ini akan mengusung tema besar “Problematika Fikih Haji dan Umrah”. Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk merespons kebingungan yang kerap terjadi di lapangan sekaligus menjadi buku rujukan utama bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
“Karena selama ini berkaitan dengan haji dan umrah itu banyak sekali problem-problem yang dihadapi oleh KBIHU itu. Sehingga di lapangan itu banyak sekali yang pro kontra dalam menanggapinya,” papar perwakilan tim dalam rapat tersebut. Lebih lanjut ditegaskan, “Ketika kita sudah membuatkan buku panduan harapannya KBIHU ini sudah tidak gamang lagi dalam memberikan jawaban atau memberikan pemaparan, pengetahuan, edukasi kepada para jamaah.”
Untuk mempercepat kinerja, MUI Jatim telah membentuk tim inti yang diketuai oleh KH. Ali Maghfur, dengan Sekretaris K. Lukmanul Hakim, dan Bendahara K. Mohammad Roqib. Tim ini ditugaskan untuk merampingkan proses penyusunan agar buku dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari rapat perdana ini, MUI Jatim merencanakan agenda Focus Group Discussion (FGD) pada pertengahan bulan September 2026. FGD tersebut akan melibatkan asosiasi haji dan umrah di Jawa Timur serta Kementerian Agama guna menjaring masukan dan permasalahan aktual yang kerap ditanyakan oleh jemaah.
Proses penyusunan draft buku ditargetkan selesai pada bulan Oktober, dengan target naik cetak pada awal bulan November, dan peluncuran resmi (launching) yang direncanakan pada bulan Desember mendatang. Buku ini nantinya juga akan didaftarkan untuk mendapatkan ISBN agar jangkauan distribusinya semakin luas.