Lewati ke konten utama
Jumat, 24 Juli 2026 / 9 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Jawa Timur

Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana

3 menit baca
Matangkan Program Kerja, Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim Gelar Rapat Konsolidasi Perdana
Bagikan:

SURABAYA, MUI Jatim – Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat dan Konsolidasi Pengurus pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 13.00 WIB. Bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor MUI Jatim, pertemuan perdana pasca pelantikan ini difokuskan untuk mematangkan rancangan program prioritas dan menjalin sinergi dengan berbagai mitra strategis lintas sektoral.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MUI Jawa Timur, para pengurus komisi, serta perwakilan lintas sektoral. Hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar, MA selaku Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, KH. Ahmad Jazuli selaku Ketua Bidang Ukhuwah sekaligus Pembina Komisi, dan Dr. Lia Istifhama selaku Anggota DPD RI yang juga bertindak sebagai Pembina Komisi Ukhuwah Islamiyah. Selain itu, turut hadir Dr. H. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I selaku Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, beserta Dr. Abdul Wahab Ahmad sebagai Wakil Ketua Komisi, Dr. H. Syaikhul Hadi, S.Ag, M.Fil.I selaku Wakil Ketua II, dan Dr. H. Moh Sholehuddin, M.Ag selaku Sekretaris Komisi. Jajaran pengurus komisi lainnya seperti Dr. H. Saifuddin Zaini, M.Pd.I, KH. Imam Daroini Syirod, dan Dr. Hj. Riadus Solikah juga tampak hadir bersama tamu undangan dari instansi lintas sektoral, yang meliputi perwakilan dari Kesbangpol Linmas, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Forum Zakat (FOZ) Surabaya dan Lazisnu.

Dalam arahannya pada kegiatan tersebut, Ketua Umum MUI Jatim, Prof. Halim, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Komisi Ukhuwah Islamiyah yang telah memulai langkah koordinasi. Beliau menegaskan pentingnya peran komisi ini dalam menjaga keseimbangan dan menyatukan umat.

”Oleh karena itu atas digelarnya Raker oleh Komisi Ukhuwah Islamiah itu hal yang sangat membanggakan. Mudah-mudahan ini menginspirasi KBL yang lain untuk juga menyelenggarakan kegiatan koordinasi.”

Lebih lanjut, beliau menyoroti peran strategis komisi ini dalam bidang kemasyarakatan, dengan menyebutkan bahwa Komisi Ukhuwah Islamiyah menjadi komisi andalan ketika MUI memiliki program-program unggulan, khususnya dalam menggalang potensi persatuan umat.

Selaras dengan hal tersebut, KH. Jazuli selaku ketua yang membidangi dan membina komisi ini memberikan pandangannya terkait realitas persatuan umat Islam saat ini. Beliau mengingatkan bahwa ukhuwah seringkali hanya menjadi retorika jika tidak diiringi dengan praktik nyata.

“Intinya komisi ukhuwah ini komisi ringan tapi berat. Karena apa, kita ini tatarannya ukuah islam ini banyak di lesan saja… supaya bagaimana kerukunan ini terbentuk.”

Sebagai langkah awal, KH. Jazuli menekankan pentingnya internalisasi kerukunan di dalam tubuh pengurus komisi itu sendiri sebelum menyebarkannya ke masyarakat luas. Beliau berpesan agar para pengurus komisi ukhuwah memberikan contoh kerukunan terlebih dahulu, sebab mustahil bisa mengajak pihak lain untuk rukun jika di dalam komisi sendiri tidak terbangun kerukunan tersebut.