MUI Sumsel Dorong Seluruh Bidang dan Komisi Bekerja Rutin dan Terukur, Fokus Penuhi Kebutuhan Umat
MUI Sumsel Dorong Seluruh Bidang dan Komisi Bekerja Rutin dan Terukur, Fokus Penuhi Kebutuhan Umat
MUI Sumsel Dorong Seluruh Bidang Bekerja Rutin dan Terukur, Fokus Penuhi Kebutuhan Umat

PALEMBANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan menggelar rapat Pengurus Harian yang mengundang seluruh ketua dan sekretaris bidang di lingkungan MUI Sumsel. Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan seluruh bidang menjalankan program kerja secara rutin, terarah, dan dapat diukur hasilnya.
Rapat berlangsung Sabtu, 3 Oktober 2026, di ruang LPJK Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang. Pertemuan dipimpin langsung Ketua Umum MUI Sumsel, **Dr. Supadmi Kohar, didampingi Sekretaris Umum MUI Sumsel Kiai Mahmudin, M.Si.
Dalam rapat tersebut, jajaran pengurus membahas pentingnya menghidupkan seluruh bidang yang ada di dalam struktur MUI Sumsel. Setiap bidang dan komisi diharapkan tidak hanya memiliki program di atas kertas, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dr. Supadmi Kohar menegaskan bahwa keberadaan MUI harus semakin dirasakan umat melalui kerja nyata. Menurutnya, masyarakat memiliki harapan besar terhadap MUI, sehingga seluruh perangkat organisasi perlu merespons harapan tersebut melalui kegiatan yang jelas, berkelanjutan, dan terukur.
“Umat sangat berharap terhadap realitas dari kegiatan kita untuk umat. Karena itu, semua bidang harus bekerja. Jangan hanya ada namanya, tetapi harus ada kegiatannya, ada programnya dan ada hasil yang bisa diukur,” ujar Supadmi dalam rapat tersebut.
Ia menjelaskan, kebutuhan umat di Sumatera Selatan masih sangat luas. Karena itu, ruang pengabdian MUI juga terbuka lebar di berbagai bidang kehidupan. MUI tidak hanya berperan dalam persoalan keagamaan secara umum, tetapi juga dapat memberikan kontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Bidang dan komisi Fatwa, misalnya, diharapkan terus menjalankan fungsi keulamaan dalam memberikan panduan keagamaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang. Demikian pula Bidang dan komisi Ukhuwah yang memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan umat, menjaga keharmonisan dan membangun komunikasi di tengah keberagaman masyarakat.
Sementara itu, bidang dan ekonomi ekonomi diharapkan dapat ikut mendorong kemandirian ekonomi umat. Bidang pendidikan dapat mengambil peran dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda. Bidang dan komisi perempuan juga memiliki ruang pengabdian yang luas dalam pemberdayaan dan penguatan peran perempuan dalam keluarga maupun masyarakat.
Begitu pula bidang dan komisi hukum yang dapat memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan hukum dan kehidupan sosial masyarakat dari perspektif keislaman. Seluruh bidang tersebut dinilai memiliki tugas dan fungsi yang strategis apabila dijalankan secara konsisten.
Menurut Supadmi, kerja organisasi perlu dibangun dengan pola yang lebih terukur. Setiap bidang harus memiliki agenda, target kegiatan, pelaksanaan, serta evaluasi. Dengan demikian, perkembangan program dapat diketahui dan manfaatnya bagi umat dapat terus ditingkatkan.
“Masih banyak kebutuhan umat yang dapat kita penuhi. Tinggal bagaimana kita menyusun programnya, menjalankannya dan mengukurnya. Jangan sampai kebutuhan umat ada, tetapi kita tidak hadir di sana,” katanya.
Rapat Pengurus Harian tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pimpinan MUI Sumsel dengan seluruh bidang. Ketua dan sekretaris bidang diharapkan menjadi motor penggerak program sehingga kegiatan tidak berhenti pada rapat-rapat internal, tetapi berlanjut menjadi aktivitas yang menyentuh masyarakat.
Sekum MUI Sumsel Kiai Mahmudin, M.Si., turut menekankan pentingnya koordinasi dan kesinambungan program antarbidang. Dengan komunikasi yang baik, program masing-masing bidang diharapkan dapat saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Rapat kemudian diarahkan untuk membangun pola kerja organisasi yang lebih aktif, terencana dan berkelanjutan. Setiap bidang diharapkan segera menerjemahkan tugas dan fungsinya ke dalam program konkret sesuai kebutuhan umat.
Dengan demikian, MUI Sumsel ke depan diharapkan semakin tampil sebagai wadah pelayanan umat yang tidak hanya aktif dalam momentum tertentu, tetapi hadir secara konsisten melalui program keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, hukum, ukhuwah dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi MUI Sumsel, ukuran keberhasilan organisasi bukan semata-mata banyaknya rapat yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana program tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi umat di Sumatera Selatan.
Editor: Bang Bangun Lubis