Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Wakil Ketua Diklat PPIH Optimistis Layanan Haji 2026 Lebih Baik

2 menit baca 850 dibaca
Wakil Ketua Diklat PPIH Optimistis Layanan Haji 2026 Lebih Baik
Wakil Ketua Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Kurniawan Muftiono. Foto: Sanib/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital  — Wakil Ketua Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Kurniawan Muftiono, menilai kondisi fisik dan mental peserta diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 berada dalam kondisi stabil dan terkendali hingga hari ke-13 pelaksanaan diklat.

Hal tersebut disampaikan Kurniawan saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

 

“Secara stres yang langsung terlihat tidak ada. Namun stres ringan bisa muncul apabila fisik dan mental tidak siap, termasuk kesiapan meninggalkan keluarga dan menjalankan tugas secara maksimal,” kata Kurniawan.

 

Ia menjelaskan, stres ringan dapat dikenali dari cara petugas melayani jamaah. Oleh karena itu, sejak awal pelaksanaan diklat, peserta dibekali kesiapan fisik, pengetahuan, ketahanan mental, serta ditanamkan kekompakan untuk menekan potensi stres.

 

Menurut Kurniawan, meskipun aktivitas diklat cukup padat dan dihadapkan pada perubahan cuaca, semangat dan disiplin peserta justru terus meningkat.

 

“Alhamdulillah kondisinya semakin stabil. Ada yang mengalami pusing ringan sebagai proses adaptasi, tetapi secara umum peserta tetap kompak dan solid,” ujarnya.

 

Ia optimistis kualitas pelayanan PPIH Arab Saudi 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kesiapan telah dibangun sejak awal.

 

“Tantangan di Tanah Suci meliputi medan yang berat, cuaca, serta karakter jemaah yang beragam, mulai dari jamaah lansia hingga jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus,” katanya.

 

Untuk menjaga kekompakan, peserta diklat dikelompokkan lintas fungsi sejak awal, mulai dari akomodasi, kesehatan, hingga transportasi.

 

“Kami tekankan bahwa seluruh petugas adalah pelayan tamu-tamu Allah. Tidak ada perbedaan berdasarkan jabatan atau atribut,” ujar Kurniawan. (Sanib, ed: Nashih)