Madinah, MUI Digital — Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara
Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi turut menjadi garda terdepan dalam memastikan
kelancaran pelayanan jamaah haji Indonesia, khususnya di Daerah Kerja (Daker)
Madinah dan Bandara.
Sebanyak 423 tenaga pendukung yang terdiri dari petugas
mukimin dan mahasiswa mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari
pemantapan tugas.
Mereka dipersiapkan untuk membantu berbagai aspek layanan,
mulai dari penyambutan jamaah di bandara, pendampingan di sektor, hingga
pelayanan langsung kepada jamaah, termasuk lansia.
Kepala Kanselerai, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan bahwa
keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara
keseluruhan.
“Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan.
Mereka langsung bersentuhan dengan jamaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan
profesional dalam memberikan pelayanan,” ujarnya, Ahad (19/04/2026).
Ia menjelaskan, tenaga pendukung disebar ke dua Daker utama,
yakni Bandara dan Madinah, serta ditempatkan di titik-titik strategis yang
membutuhkan bantuan langsung kepada jamaah.
Selain itu, para tenaga pendukung juga dibekali pemahaman
terkait prosedur layanan terbaru, termasuk koordinasi dengan otoritas Arab
Saudi dan dukungan terhadap implementasi layanan Makkah Route. Pembekalan ini
penting agar pelayanan semakin efektif dan terintegrasi.
Sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan,
seluruh tenaga pendukung diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kreativitas
dalam memberikan pelayanan prima kepada jamaah.
Dengan kesiapan tersebut, tenaga pendukung PPIH Arab Saudi
optimistis dapat memberikan kontribusi maksimal dalam melayani tamu Allah,
khususnya pada momentum kedatangan kloter pertama 22 April di Madinah