Lewati ke konten utama
Senin, 31 Agustus 2026 / 18 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

SIMATINA 2026, Sekjen MUI Serukan Persatuan Dunia Dukung Palestina Merdeka

3 menit baca 269 dibaca
ed910662-1508-4bf9-93e3-59540a21d400
Bagikan:

JAKARTA, MUI Digital — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyerukan persatuan masyarakat dunia untuk mendukung kemerdekaan Palestina sekaligus menolak berbagai bentuk penindasan terhadap rakyat Palestina.

Seruan tersebut disampaikan Buya Amirsyah saat menghadiri Simposium Masjid Al Aqsho dan Palestina (SIMATINA) 2026 bertajuk “Melawan Penistaan Masjidil Aqsa dan Penjajahan Palestina” yang digelar pada Senin (31/8/2026). 

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran HQ Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP).

Dalam kesempatan tersebut, Buya Amirsyah mengapresiasi penyelenggaraan SIMATINA 2026 yang dinilainya menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap Masjidil Aqsa sekaligus perjuangan rakyat Palestina.

Sejalan dengan perhatian tersebut, Buya Amirsyah juga menyoroti peran para pegiat filantropi Islam dalam memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina. 

Menurutnya, kepedulian tersebut perlu diwujudkan secara nyata melalui bantuan material sekaligus dukungan moral dan spiritual.

“Secara filantropi, bukti kasih sayang kita kepada saudara-saudara kita yang tidak pernah putus. Kita berikan bantuan berupa secara material, mungkin berupa makanan, minuman atau ke depan kita akan berikan bantuan berupa pendirian masjid,” ujar Buya Amirsyah.

Lebih lanjut, Buya Amirsyah kemudian mengaitkan kepedulian terhadap Palestina dengan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki usia 81 tahun. 

Menurutnya, kemerdekaan yang telah dirasakan bangsa Indonesia juga menjadi pengingat bahwa masih ada bangsa lain yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan.

“Indonesia merdeka 81 tahun. Itu artinya bahwa kita mensyukuri nikmat kemerdekaan kita. Tetapi saudara-saudara kita yang belum merdeka sepenuhnya,” ujar Buya Amirsyah.

Selain itu, Buya Amirsyah menegaskan bahwa persoalan Palestina tidak hanya menyangkut umat Islam, tetapi juga merupakan persoalan kemanusiaan. 

Karena itu, ia mendorong masyarakat dunia untuk membangun persatuan dalam menolak berbagai bentuk penindasan.

“Palestina hanya bisa merdeka kalau dunia bersatu, yaitu dunia yang berdiri terhadap kemanusiaan,” tegasnya.

Menurut Buya Amirsyah, nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi landasan bersama dalam melihat penderitaan rakyat Palestina. 

Untuk itu, ia mengajak masyarakat dunia menggunakan hati nurani dan tidak membiarkan berbagai bentuk kezaliman terhadap manusia, agama, tempat ibadah, maupun peradaban.

“Bersatulah wahai manusia. Bersuara lah wahai manusia. Tolak segala bentuk kezaliman, kenistaan terhadap agama, masjid, dan seluruh peradaban manusia yang ada di dunia ini,” serunya.

Menutup sambutannya, Buya Amirsyah kembali menegaskan pentingnya dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“Mari nyatakan, kita harus dukung kemerdekaan Palestina. Palestina merdeka!” tuturnya.

Melalui SIMATINA 2026, berbagai tokoh dan pegiat yang memiliki perhatian terhadap isu Palestina, Masjidil Aqsa, dan perjuangan kemanusiaan dipertemukan dalam satu forum. 

Kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.