Selain Gus Dur, Makam KH Bisri Syansuri Juga Buka 24 Jam Selama Muktamar ke-35 NU
Jombang, MUI Digital--Pengurus Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif membuka akses ke makam pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang, selama 24 jam non stop.
Sama dengan kebijakan di makam Gus Dur, hal ini untuk memberi kemudahan kepada para tamu Muktamar ke-35 NU dari berbagai daerah untuk berziarah.
“Iya untuk peziarah ke Makam KH. Bisri Syansuri dan keluarga besar Pondok Pesantren Denanyar kami tidak menerapkan jam khusus. Artinya jam kapan pun boleh untuk berziarah,” ujar salah seorang pengurus Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Ustad Ari di Jombang, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Cetuskan 'Jas Ijo': Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama
Ia menginformasikan di hari biasa para peziarah ke Makam KH. Bisri Syansuri dan makam keluarga Pondok Pesantren Denanyar lain dibatasi hanya pada sore hari dan malam hari.
“Umumnya para perziarah yang datang itu saat sore hari dan malam hari, sehingga di waktu-waktu tersebut para perziarah tidak menganggu kegiatan santri belajar dan mengaji,” jelasnya.
Lebih lanjut Ustad Ari mengimbau para peziarah senantiasa mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan meski makam dibuka 24 jam non stop. Dia mencontohkan, untuk parkir kendaraan harus tetap di lokasi yang telah disediakan.
Baca juga: Teladani Muassis, 250 Peziarah Asal NTB Ziarahi Makam Kiai Wahab Hasbullah di Muktamar ke-35 NU
“Dari pondok sendiri telah menyediakan lapangan parkir yang cukup luas dan disertai beberapa warung berbentuk pujasera, untuk para perziarah dapat memarkirkan kendaraannya disana yang berjarak kurang lebih 500 meter dari jarak gerbang pondok,” tuturnya.
KH Bisri Syansuri merupakan salah satu pendiri NU bersama dengan KH. Wahab Hasbullah, KH Hasyim Asy’ari dan para ulama lainnya. Ia juga kakek dari Gus Dur jalur ibu, yakni Ibu Nyai Solichah Wahid dan sosok pendiri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif yang menjadi pelopor pondok pesantren putri pertama di Indonesia.