Sejak Pagi, Ribuan Nahdliyin Mulai Padati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang Jelang Pembukaan Muktamar ke-35 NU
Jombang, MUI Digital— Suasana khidmat bercampur antusias terpancar kuat di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026) pagi.
Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Nusantara mulai memadati area pesantren legendaris tersebut menjelang seremonial pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Pantauan MUI Digital di lokasi pada pukul 09.00 WIB menunjukkan gelombang kedatangan warga NU yang kian melimpah. Iring-iringan kendaraan mulai dari mobil pribadi, minibus, hingga bus berkapasitas besar nampak memadati akses masuk pesantren.
Kehadiran para pendoa dan pencinta NU ini berdatangan untuk menyaksikan langsung momen bersejarah forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Berdasarkan jadwal resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), seremonial pembukaan Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada sore, pukul 15.00 WIB di Lapangan Untung Suropati.
Perhelatan akbar ini rencananya dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Selain memberikan amanat presiden, Muktamar ini juga akan mendengarkan Khutbah Iftitah dari Rais Aam PBNU serta Laporan Ketua Panitia Muktamar.
Guna menjaga kelancaran dan ketertiban agenda akbar ini, Panitia Muktamar ke-35 NU menerapkan sistem pemeriksaan dan verifikasi ketat.
Hanya peserta resmi (muktamirin) yang telah terverifikasi secara sah yang diperkenankan memasuki area pendaftaran, lokasi persidangan, hingga penginapan.
Ketua Panitia Pusat (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa kepanitiaan memanfaatkan teknologi pengawasan digital terpadu demi menjamin transparansi dan keamanan.
Lebih dari 100 titik kamera CCTV dipasang di seluruh titik vital dan terhubung secara real-time ke command center.
"Kami memanfaatkan teknologi modern. Setiap registrasi dan pergerakan terekam akurat. Sebelum peserta tiba di arena, identitas resmi mereka yang terdaftar dalam SK PBNU sudah terverifikasi," jelas Gus Ipul saat meninjau lokasi.
Keamanan Muktamar juga diperkuat dengan penerapan ID card berbasis cip anti-duplikasi serta integrasi AI agent via platform WhatsApp.
Fitur cerdas ini memudahkan para peserta resmi untuk mengecek penginapan, melacak pelaporan barang hilang, hingga mengirimkan sinyal darurat medis kepada petugas di lapangan.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal (Panlok) sekaligus Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menegaskan bahwa langkah selektif ini diambil demi menjaga kekhusyukan dan kelancaran musyawarah musyawirin.
"Pemeriksaan ketat dilakukan di gerbang utama. Hanya muktamirin ber-ID card resmi yang diizinkan turun untuk memproses pendaftaran dan menaiki armada becak listrik yang disediakan panitia menuju penginapan. Bagi simpatisan dan rombongan luar, panitia mengarahkan ke lokasi penampungan yang telah disiapkan di luar arena utama," tegas Gus Rozaq.
Pada hari Jumat, Muktamar diisi dengan Sidang Pleno I (Pembahasan Jadwal dan Tata Tertib), Sidang Pleno II (Laporan Pertanggungjawaban PBNU 2021–2026), serta Sidang Enam Komisi pada malam harinya yang mencakup tiga komisi Bahtsul Masail (Waqi'iyyah, Maudlu'iyyah, Qanuniyyah), Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.
Puncak kontestasi dan penentuan kepemimpinan NU akan berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) malam melalui Sidang Pleno V.
Agenda krusial tersebut meliputi proses demisioner kepengurusan lama, pengesahan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), penetapan Rais Aam PBNU, hingga pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. Perhelatan akbar ini direncanakan rampung dan ditutup secara resmi pada Ahad (30/8/2026) pagi yang dilanjutkan dengan konferensi pers panitia bersama pimpinan PBNU terpilih.